Sarapan Susu Kedelai? Kenali Nutrisi dan Manfaat Sehatnya

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 26 Jun 2019 05:35 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Banyak orang memilih sarapan sari atau 'susu' kedelai. 'Susu' nabati ini ternyata mengandung banyak nutrisi yang bisa sehatkan tubuh.

Bukan hanya di Indonesia, sari kedelai ternyata jadi menu sarapan favorit di beberapa negara Asia. Sari kedelai yang diminum adalah yang alami alias tanpa tambahan gula. Sari kedelai juga merupakan pilihan baik untuk mereka yang intoleransi laktosa.

Mashed (25/6) merangkum berbagai fakta unik soal sari kedelai. Mulai dari nutrisi, manfaat sehat, hingga perdebatan yang pernah muncul soal sari kedelai. Berikut informasi lengkapnya:

1. Manfaat sehat susu kedelai

Sarapan Susu Kedelai? Kenali Nutrisi dan Manfaat SehatnyaFoto: Istimewa

Selain sebagai alternatif susu untuk mereka yang intoleransi laktosa, sari kedelai punya manfaat lain karena rendah lemak. Sari kedelai juga bebas kolesterol dan hampir tidak memiliki lemak jenuh. Sehingga konsumsi sari kedelai baik untuk mereka yang sedang menjaga berat badan.

Ada juga penelitian yang mengungkap susu kedelai tinggi kandungan isoflavon, senyawa yang berperan penting untuk mencegah kanker prostat. Konsumsi isoflavon turut dikaitkan dengan kasus osteoporosis yang berkurang karena kedelai menambah kepadatan tulang. Sementara antioksidan pada susu kedelai membantu lawan jenis kanker lainnya.

Baca Juga: Susu Kedelai Mampu Turunkan Kadar Kolesterol Darah dan Cegah Osteoporosis

2. Kalsium susu kedelai

Sarapan Susu Kedelai? Kenali Nutrisi dan Manfaat SehatnyaFoto: Istimewa

Sering disebut 'susu', sebenarnya berapa banyak kandungan kalsium sari kedelai? Ternyata sari kedelai murni tanpa tambahan gula hanya mengandung 10 mg kalsium per sajiannya, sedangkan susu sapi mengandung 290-300 mg kalsium. Jumlah ini terbilang kecil mengingat orang dewasa butuh sekitar 1.000 mg kalsium per hari.

Hanya saja beberapa produk sari kedelai kemasan kini sudah difortifikasi sehingga kandungan kalsiumnya mungkin bertambah. Jumlahnya tidak sama antar tiap merek, namun angkanya bisa naik hingga 150 sampai 300 mg kalsium per sajian sari kedelai. Bukan hanya susu, sumber kalsium sebenarnya bisa didapat dari makanan lain seperti almond, oatmeal, dan kale.

3. Pembuatan susu kedelai

Sarapan Susu Kedelai? Kenali Nutrisi dan Manfaat SehatnyaFoto: Istimewa

Sari kedelai mudah dibuat sendiri di rumah. Bahan utamanya dalah air dan biji kedelai. Bisa juga tambahkan gula, garam, dan daun pandan agar aromanya harum enak. Untuk membuat sari kedelai, pertama cuci bersih biji kedelai lalu rendam 8 jam dalam air. Cuci lagi dan buang kulitnya.

Selanjutnya, blender biji kedelai dengan air mineral. Saring dengan kain katun sebelum direbus. Setelah itu, rebus sari kedelai dengan api sedang. Masukkan gula dan daun pandan. Aduk terus hingga mendidih. Saring susu kedelai menggunakan kain katun bersih dan sajikan selagi hangat.

Baca Juga: Susu Almond dan Susu Kedelai, Mana yang Lebih Baik Nutrisinya?

4. Kenali alergi susu kedelai

Sarapan Susu Kedelai? Kenali Nutrisi dan Manfaat SehatnyaFoto: Istimewa

Meski sari kedelai kerap jadi alternatif intoleransi laktosa, ternyata ada beberapa orang alergi sari kedelai. Menurut American College of Allergy, Asthma & Immunology, alergi sari kedelai kerap terjadi pada anak-anak hingga usia 10 tahun.

Beberapa gejala alergi sari kedelai adalah mual, gejala mirip asma, gatal di mulut, dan bahkan gatal-gatal. Mayo Clinic menjelaskan diagnosa pada alergi sari kedelai cukup sulit karena butuh waktu beberapa menit hingga jam sebelum seseorang alami gejala alergi sari kedelai.

5. Perdebatan soal penyebutan 'susu' kedelai

Sarapan Susu Kedelai? Kenali Nutrisi dan Manfaat SehatnyaFoto: Istimewa

Menyebut 'susu' kedelai sebenarnya kurang tepat karena kedelai sendiri bukan berasal dari sapi. Tahun 2017 bahkan muncul rancangan undang-undang di Amerika yang mengusulkan agar FDA menghentikan penyebutan "susu kedelai" pada produk yang tidak semestinya, untuk melindungi integritas susu yang sesungguhnya.

Dilihat dari sisi nutrisi, sari kedelai juga tidak memiliki komposisi yang sama seperti halnya susu sapi. Sehingga penyebutan "susu" pada "susu kedelai" tidak tepat.

(adr/odi)