Kurangi Porsi Makan Bisa Bikin Perut Ramping, Apa Benar?

Milla Kurniaputri - detikFood Jumat, 26 Apr 2019 08:07 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Tujuan utama berdiet adalah untuk mengurangi berat badan dan lemak tubuh. Perut rata jadi salah satu tujuan banyak orang kurangi porsi makan.

Lemak perut merupakan salah satu kekhawatiran paling umum untuk orang-orang yang berdiet. Meskipun semua orang ingin menurunkan berat badan secara cepat, tetapi untuk menghilangkan lemak pada perut tetap membutuhkan banyak waktu dan usaha.

Biasanya orang berjuang mengurangi lemak diperut dengan cara olahraga dan mengurangi asupan kalori. Dan ternyata hal tersebut tidak baik dan tidak dapat membantu mengecilkan perut Anda.

Kurangi Porsi Makan Bisa Bikin Perut Ramping, Apa Benar?Foto: GettyImages

Banyak orang percaya bahwa dengan makan lebih sedikit, dapat mengecilkan perut mereka. Tapi ternyata hal itu adalah mitos. Banyak anak milenial melakukan diet ketat, mereka mengurangi kalori yang berakibat energi yang dihasilkan tubuh menjadi rendah.

Baca Juga: Youtuber Ini Coba Diet Aneh, Hanya Makan Tomat

Namun, terlepas dari berat badan, mereka tetap memiliki ukuran perut yang sama. Yang artinya adalah jika Anda mengalami obesitas, Anda akan memiliki ukuran perut yang sama dengan orang yang kurus.

Oleh karena itu, dengan mengurangi makan, itu tidak akan membuat perut mengecil. Justru dampak dari kelaparan akan menghasilkan kenaikan berat badan yang drastis. Metabolisme pada akhirnya akan menjadi lebih lambat sehingga membuat penurunan berat badan di kemudian hari menjadi lebih sulit.

Hal ini dapat menyebabkan kelelahan dan kelemahan. Hormon lapar akan diinduksi dalam jumlah yang lebih besar sehingga mengakibatkan nafsu makan bertambah. Anda akan terus merasa lapar yang justru akan memicu produksi hormon yang disebut ghrelin.

Kurangi Porsi Makan Bisa Bikin Perut Ramping, Apa Benar?Foto: iStock

Lalu bagaimana cara menghilangkan lemak diperut? Cara paling efektif dan mudah untuk menurunkan berat badan di sekitar area perut secara bertahap mengendalikan porsi makanan. Bukan dengan menghentikan konsumsi makanan secara drastis. Anda perlu menghitung asupan kalori dan makan makanan yang bergizi.

Jangan mudah mengikuti tren atau tantangan diet ekstrim. Jenis dan kebutuhan tubuh setiap orang berbeda, Anda perlu berkonsultasi dengan beberapa ahli sebelum mengambil teknik diet apapun.

Anda dapat memulai gaya hidup sehat dan juga tidur yang cukup serta konsumsi makanan yang sehat. Hindari makan gula dan makanan olahan dan mulai minum air hangat dengan lemon di pagi hari untuk meningkatkan metabolisme. Tetapi jangan konsumsi ini secara berlebihan.

Baca Juga: Rendah Kalori, 10 Buah Ini Bisa Bantu Turunkan Berat Badan (lus/lus)