10 Makanan Ini Sering Dicap Buruk Padahal Sebenarnya Sehat (2)

Nailatul Fadhillah - detikFood Kamis, 21 Des 2017 19:30 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Banyak penelitian telah membuktikan kesalahpahaman terhadap makanan yang selama ini dicap buruk. Termasuk cokelat yang sebenarnya tinggi antioksidan.

Adanya beberapa anggapan yang beredar di masyarakat secara tidak langsung mendorong munculnya label baik dan buruk pada makanan. Akibatnya, hal tersebut mendorong sebagian orang untuk hanya mengkonsumsi makanan yang dianggap lebih 'sehat' saja.

Baca juga: Yuk, Mulai Hilangkan 6 Kebiasaan Makan yang Buruk Ini!

Dilansir dari laman The List (20/12), beberapa penelitian ternyata telah mengungkapkan beberapa kesalahpahaman terhadap makananan tertentu, seperti yang dijelaskan berikut ini.

6. Kentang

10 Makanan Ini Sering Dicap Buruk Padahal Sebenarnya Sehat (2)Foto: iStock

Kentang adalah sumber potasium, magnesium, dan vitamin C. Selain itu, kentang tidak mengandung lemak atau kolesterol, dan kulitnya terdiri dari serat sehingga cepat dicerna. Beberapa hasil penelitian membuktikan, makanan yang Anda makan bersamaan dengan kentang bisa mempengaruhi nilai indeks glikemiksnya. Konsumsi dengan makanan yang lebih rendah pada indeks dan mengandung lemak dan protein sehat dapat membantu perlambat proses penyerapan secara keseluruhan di tubuh, dengan demikian akan mengurangi dampak pada gula darah. Selain itu, mengonsumsi kentang tidak akan sebabkan kenaikan berat badan.

7. Cokelat

10 Makanan Ini Sering Dicap Buruk Padahal Sebenarnya Sehat (2)Foto: iStock

Cokelat yang terbuat dari biji kakao, mengandung antioksidan kuat yang bisa membantu menurunkan tekanan darah, melindungi sel dari kerusakan, dan mencegah pembentukan bekuan darah. Konsumsi secara teratur juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak dan kemampuan kognitif Anda.

Hasil penelitian mengungkapkan, orang tua yang minum dua cangkir cokelat panas setiap hari dapat meningkatkan ingatan dan kognisi mereka dan dengan demikian mengurangi risiko timbulnya demensia dan juga penyakit Alzheimer. Selain itu, coklat dapat berperan dalam mencegah diabetes tipe 2 dan mengonsumsi sejumlah kecil coklat setiap hari dapat membantu menghambat resistensi insulin, mencegah stroke dan penyakit kardiovaskular. Tentunya, coklat bisa meningkatkan kadar serotonin dan endorfin di otak yang bisa membantu memperbaiki mood.

8. Kacang-kacangan

10 Makanan Ini Sering Dicap Buruk Padahal Sebenarnya Sehat (2)Foto: Thinkstock

Kacang sering dihindari karena kandungan lemak dan kalorinya tinggi. Namun, kacang adalah sumber protein, lemak tak jenuh, serat, dan vitamin E. Hasil penelitian diantaranya mengungkapkan, mengonsumsi kacang dapat membantu mengurangi risiko kematian akibat berbagai kondisi kesehatan, termasuk penyakit neurodegenerative dan penyakit pernafasan. Kacang juga merupakan pilihan sehat bagi mereka yang ingin mempertahankan berat badan yang sehat.

9. Alkohol

10 Makanan Ini Sering Dicap Buruk Padahal Sebenarnya Sehat (2)Foto: AFP

Alkohol sering dimasukkan dalam daftar makanan 'buruk.' Namun, ternyata alkohol memiliki banyak manfaat kesehatan. Diantaranya, wanita yang minum minuman beralkohol setiap hari dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Minum wine secara khusus dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Selain itu, zat kunci yang ditemukan pada wine dapat membantu meningkatkan daya ingat dan kognisi.

Selain itu, senyawa anggur dapat membantu menghalangi pembentukan dan pertumbuhan sel lemak, sehingga membantu memerangi penambahan berat badan dan obesitas. Bahkan minum bir secukupnya bisa membantu memperlambat penurunan kadar kolesterol HDL seseorang, mencegah terbentuknya batu ginjal, mempromosikan kesehatan tulang dan membantu memerangi osteoporosis terutama bagi wanita.

Baca juga: 9 Makanan Enak Ini Baik Dikonsumi untuk Tingkatkan Kolesterol Baik

10. Whole milk

10 Makanan Ini Sering Dicap Buruk Padahal Sebenarnya Sehat (2)Foto: iStock

Susu mengandung kalsium dan vitamin D yang menjadi sumber potassium yang sangat baik. Sebagian orang mungkin lebih memilih susu rendah atau tanpa lemak. Padahal susu jenis whole milk memiliki manfaat lebih seperti ampuh menghambat penyakit jantung, dan berbanding terbalik dengan obesitas, yang berarti bermanfaat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan dan dapat mengurangi risiko kenaikan berat badan di masa depan.

Selain itu, orang-orang yang memiliki kadar lemak susu yang lebih tinggi di dalam darah, memiliki kemungkinan rendah terkenan diabetes tipe 2.

(adr/odi)