Seorang wanita bercerita jika ia disebut 'teman yang buruk' oleh temannya karena meminta tagihan makan dibagi (split bill). Keputusan wanita ini pun memicu perdebatan di media sosial.
Ketika makan di suatu tempat bersama teman, beberapa orang menerapkan sistem pembayaran split bill. Jadi di akhir, tagihan makan akan dibagi sesuai dengan makanan dan minuman yang dipesan setiap orang.
Bagi sebagian orang, sistem split bill adalah hal yang biasa. Namun, banyak juga yang menganggap hal tersebut tidak tepat, terutama ketika makan bersama seseorang yang dekat dan kamu duluan yang mengajaknya makan.
Isu terkait split bill memang kerap menuai berbagai macam pendapat. Contohnya kasus satu ini.
Seorang wanita yang tidak diketahui namanya memicu perdebatan online setelah mengungkap temannya menyebut dirinya sebagai 'teman yang buruk'. Hal itu terjadi setelah ia meminta berbagi tagihan makan di restoran.
Dalam unggahan di Reddit, wanita 26 tahun tersebut menjelaskan dia telah berteman selama dua tahun dengan seorang wanita berusia 24 tahun yang dia sebut sebagai P. Karena temannya lebih muda, dia pun memperlakukannya seperti adik kandung.
Meskipun mereka tinggal berdekatan di kota dan sering menghabiskan waktu bersama, dia belum pernah mengunjungi kampung halaman P. Padahal P sudah sering mengundangnya untuk datang.
Wanita anonim ini mengungkap kalau ia suka mendengar bahwa orang tua P memiliki hubungan buruk, dan dia tidak ingin menghabiskan akhir pekannya di lingkungan seperti itu.
Berbanding terbalik dengan P, wanita ini menggambarkan kalau orang tuanya ramah dan santai. P juga telah mengunjungi rumahnya dua kali dan wanita itu mengatakan bahwa dia telah berusaha memastikan temannya merasa nyaman selama kunjungan tersebut, lapor News 18 (24/10).
Selama kunjungan pertama P di musim dingin lalu, wanita ini menjemputnya, membelikannya bunga dan cokelat, dan memesan makanan restoran karena P lebih suka makanan tersebut dibandingkan masakan rumahan.
Ibunya juga telah menawarkan untuk memasak apa pun yang diinginkan P, tetapi secara pribadi P lebih suka pesan makanan dari restoran.
P saat itu tinggal dua hari dan selama itu juga wanita ini mengajaknya makan di luar serta membayar makanan tanpa meminta untuk berbagi tagihan.
Namun, keadaannya berbeda selama kunjungan P baru-baru ini. P kembali diundang oleh wanita tersebut dalam rangka ikut merayakan ulang tahun pernikahan orang tua wanita ini.
Pada hari P tiba, wanita ini baru saja putus dengan pacarnya, membuatnya sangat tertekan dan emosional. Akhirnya wanita ini tidak sanggup menjemput P dan memintanya untuk datang sendiri.
Karena alasan ini, wanita itu mengungkap temannya tampak sangat kecewa. Meskipun masih sedih karena putus cinta, wanita ini masih menawarkan diri untuk memasak makanan ketika P datang.
Tapi lagi-lagi, P lebih setuju untuk memesan makanan. Akhirnya wanita ini memesan makanan bahkan membeli cokelat permintaan temannya.
Keesokan paginya, P ingin keluar tetapi wanita ini menyarankan agar P tetap di rumah karena mereka harus menghadiri pesta ulang tahun pernikahan orang tuanya di malam tersebut. Sayangnya P bersikeras dan merasa perjalanannya tiga jam tidak sepadan jika ia harus menghabiskan waktu di dalam ruangan.
Meskipun kesal, wanita ini mengizinkan P keluar rumah dan memilih restoran. Bahkan wanita ini membayar ongkos taksi, makanan, dan membantu temannya mengambil foto. Wanita itu bahkan mengantar P ke stasiun keesokan paginya.
Sehari kemudian, dia mengirimkan setengah tagihan restoran kepada P. P awalnya bingung kenapa ia ditagih makanan. Wanita itu menjelaskan bahwa itu adalah harga yang harus dibayar oleh P atas pesanan makannya.
Awalnya P mengabaikannya, tetapi kemudian menghubungi wanita ini lewat FaceTime. Ia merasa dirinya adalah tamu yang seharusnya tidak ditagih biaya apa pun.
P akhirnya menuduh wanita ini sebagai teman yang buruk karena tidak pernah mengunjungi kampung halamannya dan mengklaim tidak pernah menghargai usaha yang dilakukan untuk berpergian menemuinya.
Wanita ini lalu bertanya di situs Reddit terkait reaksi P yang menolak membayar sebagian tagihan dan menyebutnya teman yang buruk.
Unggahan wanita ini memicu berbagai reaksi. Banyak pengguna mendukung wanita tersebut dan berpendapat bahwa temannya seharusnya lebih memerhatikan kondisi emosionalnya.
Netizen lain berusaha menenangkan wanita ini dengan berkomentar, "Tidak ada apa-apa, temanmu seharusnya juga mencoba memahami dan malah membantu serta menghiburmu. Bukannya mengharapkan untuk memperlakukannya seperti putri setiap kali dia datang ke kampung halamanmu. Kamu sudah berusaha sebaik mungkin menjadi tuan rumah yang baik di hari yang buruk."
Orang lain menyoroti hal-hal yang sudah diberikan wanita ini kepada P. Mulai dari cokelat, bunga, mengantar jemput, dan lain sebagainya yang sebenarnya seperti memberi pelayanan layaknya seorang pacar.
Ada juga netizen yang berkomentar kalau meskipun meminta tamu untuk membagi semua pengeluaran, hal ini bukan pendekatan paling ramah.
"Jika Anda ingin membagi seluruh biaya kunjungan, itu agak (tidak terlalu ramah) karena Anda adalah tuan rumah dan saya rasa Anda mampu melakukannya. Tapi satu tagihan, ayolah, dia mulai merasa berhak, saya pernah melihat orang seperti ini," ujarnya.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(aqr/adr)