Richard Boccato dulunya berprofesi sebagai bartender. Kemudian ia melihat peluang pekerjaan sebagai produsen es batu premium. Kini lewat Hundredweight Ice, bisnisnya beromzet miliaran rupiah per tahun!
Sebelum dijuluki "raja es" di dunia koktail New York, Richard Boccato hanyalah bartender biasa.
Bertahun-tahun berdiri di balik meja bar sejumlah tempat ternama di New York, ia sempat mengalami masalah air keran yang disalurkan lewat pipa berusia 150 tahun sehingga menghasilkan es keruh menjelang hari pembukaan bar miliknya yang bernama Dutch Kills.
Siapa sangka, masalah itu justru jadi titik balik kariernya. Dikutip dari Business Insider (19/10/2026), Boccato kemudian membenahi sistem filtrasi air dan berguru pada studio pahat es profesional di lingkungan sekitarnya untuk menghasilkan es batu berkualitas premium.
Pada 2011, bersama rekannya Ian Present, ia resmi mendirikan Hundredweight Ice setelah membeli mesin Clinebell CB300X2 yang mampu menghasilkan dua balok es kristal seberat sekitar 136 kg setiap 3 sampai 4 hari.
Air keran New York disaring berkali-kali sebelum dibekukan perlahan agar bebas gelembung udara.
Setiap balok raksasa itu lalu dipotong dengan gergaji pita dan dipahat manual menjadi aneka bentuk, seperti kubus, bola (sphere), hingga ukiran bertuliskan pesan khusus untuk acara tertentu.
Tanpa sepeser pun dana iklan, pendapatan Hundredweight tumbuh sekitar 37 persen setiap tahun. Mereka memasok es ke restoran-restoran berbintang Michelin dan ratusan klien bar, meski belum pernah menaikkan harga sejak 2017.
"Saat ini kami memasok es ke lebih dari 20 restoran berbintang Michelin, dan jumlah klien kami di Kota New York mencapai angka ratusan," kata Boccato.
Ia menambahkan, "Kami mulai bekerja setiap hari antara pukul 5 hingga 6 pagi dan selesai sekitar pukul 3 sore. Kami memotong sekitar 15.000 kubus es berukuran 2 inci (sekitar 5 cm) setiap harinya, serta memproduksi lebih dari 3 juta pon (sekitar 1.360 ton) es setiap tahun."
Pada 2025, omzet Hundredweight Ice dilaporkan mencapai sekitar USD 3 juta atau sekitar Rp54,3 miliar. Sementara untuk pendapatan 2026, pihaknay memproyeksikan bisa mendapat USD 3,5 juta atau sekitar Rp63,4 miliar.
Soal filosofinya, Boccato pernah mengungkapkan kepada media kuliner Edible Queens. "Es bagi bartender sama pentingnya dengan api bagi seorang chef," katanya.
Kisah Boccato membuktikan peluang bisnis kadang tak perlu inovasi besar. Cukup dengan menyempurnakan sesuatu yang selama ini dianggap remeh, seperti es batu, bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan.
(adr/adr)