Awak kabin kerap dianggap sebagai profesi bergengsi. Ternyata, tidak sedikit dari mereka yang justru alih profesi dan suskes bisnis kuliner.
Beberapa pekerjaan dipandang sebagai peluang menjanjikan bagi kebanyakan orang. Gaji yang besar serta kesempatan untuk bepergian dengan gratis membuat sebuah profesi terlihat menyenangkan.
Salah satunya awak kabin pesawat. Para pramugara dan pramugari yang melayani penumpang dengan penampilan rapi dan menarik membuat banyak orang memimpikan pekerjaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata awak kabin juga tidak sedikit yang memilih alih profesi serta mencari peruntungan baru. Beruntung, pilihan untuk memulai bisnis kuliner membawa para mereka sukses.
Berikut ini 5 mantan awak kabin yang sukses bisnis kuliner:
Ex Pramugari SQ buka kafe Foto: Stomp |
1. Mantan Pramugara SQ Bikin Kafe Unik
Meninggalkan pekerjaan dengan penghasilan stabil demi merintis bisnis kuliner bukan keputusan mudah. Namun, seorang mantan pramugara Singapore Airlines (SQ) bernama Haziq Mikhail (26) memilih mengambil langkah berani untuk membuka kafe.
Haziq memutuskan berhenti dari dunia penerbangan setelah mengalami cedera ligamen. Ia kemudian mendirikan Peekabrew, kafe di kawasan Arab Street, Singapura.
Kafenya mengusung konsep hole-in-the-wall atau memesan makanan dan minuman melalui lubang kecil di dinding. Daya tarik utamanya terletak pada cara penyajian yang tak biasa, yakni tangan monster bersarung tangan yang tiba-tiba muncul dari lubang untuk menyerahkan pesanan kepada pelanggan.
2. Mantan Pramugari Jualan Teppanyaki
Kisah cinta bisa membawa seseorang ke jalan hidup yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Hal ini dialami Cherry Tan, mantan pramugari Singapore Airlines (SQ) yang kini memilih terjun ke bisnis kuliner bersama suaminya.
Cherry pertama kali bertemu Duncan Hsu ketika berusia 19 tahun. Saat itu, ia sedang menjalani magang sebagai pelayan restoran hotel di Taiwan, sedangkan Duncan bekerja sebagai chef di tempat yang sama.
Setelah meninggalkan profesinya sebagai pramugari, Cherry membantu Duncan membangun bisnis Kiang Kiang Taiwan Teppanyaki di Singapura. Mereka menyajikan hidangan teppanyaki bergaya Western khas Taiwan dan berhasil membuka dua gerai di Woodlands serta Bedok dalam waktu dua tahun.
3. Eks Pramugari Sukses Jualan Bagel
Pandemi COVID-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, termasuk Claire Tan, mantan pramugari Emirates. Setelah lima tahun bekerja di maskapai tersebut, ia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan harus mencari jalan baru untuk melanjutkan hidup.
Saat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, Claire kembali menekuni hobinya membuat roti secara otodidak. Ia mulai bereksperimen membuat bagel bergaya New York untuk keluarga dan teman-temannya.
Awalnya bisnis tersebut dipandang sebelah mata oleh orang terdekat Calire, namun ia tak pantang menyerah. Claire merintis bisnis bagel rumahan bernama Grumpy Bagels hingga kini memiliki gerai fisik pertama.
Tabungan Rp 2,3 Miliar Ludes, Eks Pramugari SQ Kini Jualan Ikan di Pasar Foto: Instagram/Pao Ge Seafood |
4. Mantan Pramugari Jualan Ikan Segar
Meninggalkan pekerjaan bergengsi demi merintis usaha sendiri menjadi pilihan yang diambil sebagian orang. Namun, perjalanan membangun bisnis tak selalu berjalan mulus dan terkadang membutuhkan pengorbanan besar.
mber Tan, mantan pramugari Singapore Airlines (SQ), kini banting setir menjadi penjual seafood di Jurong Fishery Port, Singapura. Wanita berusia 35 tahun ini sebelumnya menginvestasikan seluruh tabungannya sebesar SGD 170.000 atau sekitar Rp 2,3 miliar untuk membangun bisnis grosir seafood bersama mantan kekasihnya pada 2023.
Sayangnya, bisnis tersebut mengalami masalah keuangan hingga hubungan Amber dan mantan kekasihnya berakhir pada 2025. Demi mempertahankan bisnisnya, Amber sampai nekat berjualan ikan di pasar tradisional.
5. Eks Pramugari Pulang Kampung dan Buka Toko Roti
Menjalani pekerjaan impian tak selalu membuat seseorang merasa puas dengan kehidupannya. Ada kalanya, keinginan untuk hidup lebih tenang justru mendorong seseorang meninggalkan karier yang telah dibangun selama bertahun-tahun dan memulai perjalanan baru.
Hal ini dialami Rei Onoda, mantan pramugari asal Jepang yang sebelumnya bekerja di maskapai di Dubai selama sekitar empat tahun. Setelah menikah ia memutuskan kembali ke Jepang dan sempat bekerja di bidang hubungan masyarakat atau public relations di Tokyo.
Namun, kesibukan di ibu kota membuat Rei ingin menjalani kehidupan yang lebih santai di pedesaan bersama suaminya. Mereka kemudian menemukan rumah berusia 180 tahun yang akhirnya dimanfaatkan sebagai toko roti bernama Kamijyoan.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN