Penjual mi wanton di Singapura ini menutup sementara lapaknya setelah didiagnosis kanker stadium 4. Ia memutuskan fokus jalani pengobatan.
Dilansir dari Stomp, (21/10/2026), gerai bernama Pin Xiang Wanton Mee itu telah melayani pelanggan selama sekitar 30 tahun. Lamanya usaha itu membuat gerai mi wanton tersebut sudah punya banyak pelanggan setia di kawasan Toa Payoh.
Kabar penutupan sementara itu pun membuat pelanggan merasa kehilangan. Mereka harus menunggu hingga kondisi sang penjual memungkinkan untuk kembali menjalankan usaha kulinernya.
Menurut laporan media setempat, diagnosis kanker menjadi alasan utama pemilik kedai, He Mei Fa dan Ye Xue Ying, menghentikan aktivitas berjualannya. Kondisi tersebut membuat operasional gerai untuk sementara tidak dapat dilanjutkan seperti biasa.
"Untuk sekarang, kami akan mengambil beberapa waktu untuk istirahat, dan kami tidak bisa mengonfirmasi kapan akan kembali," tulis tanda yang digantung pada kedai.
Mi wanton atau wanton noodle menjadi salah satu makanan yang populer di Singapura. Hidangan ini umumnya terdiri dari mie kenyal, pangsit, char siu, sayuran, serta saus gurih yang menjadi ciri khasnya.
Menurut Shin Min Daily News, He didiagnosis kanker pankreas stadium 4 pada tanggal 5 Oktober. Kini dirinya sedang menjalani kemoterapi.
Setelah divonis kanker, He sempat pesimis. "Saya bahkan sempat bercanda dengan dokter, bertanya apakah saya masih bisa terus mengelola kedai setelah didiagnosis," ujar pria berusia 57 tahun itu
Sejauh ini, ia telah menyelesaikan satu rangkaian pengobatan. Walaupun kini ia jadi lebih mudah merasa sesak napas saat berjalan dan lebih cepat lelah, ia mengatakan bahwa penyakit tersebut tidak terlalu mengganggu kehidupan sehari-harinya.
He juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah mempertimbangkan untuk mengurangi jam operasional atau jumlah hari buka dalam seminggu sejak enam tahun lalu, meskipun saat itu ia belum memiliki rencana untuk pensiun dalam waktu dekat.
Namun kini, ia harus mempertimbangkan kondisi kesehatannya sebelum memutuskan masa depan usahanya.
Ia mengatakan telah mendiskusikan hal ini dengan kedua anaknya dan menyerahkan keputusan kepada mereka, apakah mereka ingin mengambil alih kedai tersebut atau tidak.
Jika mereka berminat, ia bersedia untuk membantu. Jika tidak, ia berharap dapat menemukan seseorang yang cocok untuk melanjutkan usaha tersebut.
Simak Video "Review Makanan Bertabur Serangga hingga Jangkrik di Restoran Singapura"
(dfl/adr)