Gara-gara Menu 'Mee Pok', Kopitiam 95 Tahun Ini Dituding Jual Babi

Gara-gara Menu 'Mee Pok', Kopitiam 95 Tahun Ini Dituding Jual Babi

Riska Fitria - detikFood
Senin, 10 Agu 2026 15:30 WIB
Menu mee pok di sebuah kopitiam dituding terbuat dari daging babi.
Foto: Facebook/Halal inquiry Company direktori
Jakarta -

Kopitiam legendaris ini dituding jual menu babi oleh akun pemerhati halal gara-gara menu mee pok. Mereka menduga mee pok merupakan hidangan mie babi. Ini faktanya!

Sudah 95 tahun beroperasi, kopitiam bernama Nan Yang Coffee Shop di Segamat, Malaysia ini menjadi sorotan usai dituding menjual menu makanan berbahan babi.

Tuduhan itu muncul hanya karena salah satu nama menu yang ternyata merupakan istilah dalam dialek Teochew untuk menyebut mi pipih, yakni mee pok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini berawal dari sebuah halaman Facebook bernama Halal inquiry Company direktori mengunggah foto menu kedai tersebut dan menyoroti hidangan bernama Mee Pok Sup.

Unggahan itu tidak secara langsung menyebut Nan Yang Coffee Shop menjual daging babi, seperti yang dikutip dari The Rakyat Post (8/8).

ADVERTISEMENT
Menu mee pok di sebuah kopitiam dituding terbuat dari daging babi.Menu mee pok di sebuah kopitiam dituding terbuat dari daging babi. Foto: Facebook/Halal inquiry Company direktori

Namun, pertanyaan yang dituliskan serta penandaan pada kata Mee Pok membuat publik mengaitkannya dengan dugaan penggunaan daging babi.

Unggahan tersebut kemudian mendapat ratusan reaksi dan komentar sebelum dihapus sekitar tiga menit setelah dipublikasikan.

Padahal, mee pok tidak memiliki hubungan dengan daging babi. Istilah tersebut berasal dari dialek Teochew, dengan kata 'pok' yang berarti 'pipih' atau 'datar'.

Mee pok merupakan jenis mi pipih yang umum ditemukan dalam berbagai hidangan di Malaysia, Singapura, hingga Thailand bagian selatan.

Halaman Halal inquiry Company direktori sendiri menyebut dirinya sebagai laman kesadaran halal sekaligus direktori perusahaan.

Saat kejadian berlangsung, halaman tersebut memiliki sekitar 297 ribu pengikut dan mencantumkan lokasi di Johor Bahru.

Menu mee pok di sebuah kopitiam dituding terbuat dari daging babi.Ilustrasi mee pok, mie pipih yang populer di Malaysia hingga Singapura. Foto: Facebook/Halal inquiry Company direktori

Pemilik Nan Yang Coffee Shop kemudian mengambil langkah hukum. Pada Jumat, 7 Agustus 2026, pemilik kedai membuat laporan polisi di kantor polisi Segamat.

Keluhan resmi juga diajukan kepada Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC) karena unggahan tersebut dinilai memberikan informasi yang menyesatkan dan berpotensi merusak reputasi usaha.

Beberapa jam setelah unggahan awal dihapus, halaman tersebut mengunggah permintaan maaf. Mereka mengakui adanya kekeliruan dalam memberikan informasi.

Menariknya, kolom komentar pada unggahan permintaan maaf tersebut dibatasi oleh pemilik akun. Pemilik Nan Yang Coffee Shop kemudian mempertanyakan hal tersebut.

"Saat isu awal dibangkitkan, masyarakat bisa melihat, memberi reaksi, membagikan, dan membahasnya. Tetapi ketika sampai pada bagian koreksi dan permintaan maaf, mengapa masyarakat tidak diberikan ruang yang sama?" tulisnya dalam pernyataan publik.

Menu mee pok di sebuah kopitiam dituding terbuat dari daging babi.Ilustrasi mee pok. Foto: Facebook/Halal inquiry Company direktori

Nan Yang Coffee Shop sendiri memberikan klarifikasi melalui pernyataan resmi pada 8 Agustus 2026.

Kedai tersebut menegaskan bahwa mereka tidak menjual daging babi dan tidak menggunakan lemak babi dalam makanan yang disajikan.

Namun, kedai tersebut juga menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki sertifikat halal dari JAKIM dan tidak pernah mengklaim telah mendapatkan sertifikasi halal.

Mereka kembali menegaskan bahwa mee pok hanyalah istilah untuk jenis mie pipih dalam dialek Teochew. Berbagai reaksi netizen pun memenuhi kolom komentar.

"Mee pok memang istilah untuk mie pipih. Tapi konsumen muslim juga perlu perhatikan penggunaan bahan non halal. Kalau tuduhan berdasarkan nama saja itu gak benar," tulis netizen.

"Lain kali cari tahu dulu apa itu mee pok. Kalau kayak gini bisa merugikan kedai. Yang muslim harus tetap hati-hati, tanya sebelum beli," tulis netizen lainnya.



(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads