Shindong, anggota boy group Super Junior kini tampil berbeda karena keberhasilannya dalam menurunkan berat badan sebanyak 37 kilogram. Lantas, apa rahasianya?
Mempertahankan tubuh yang ideal dan sehat seperti sebuah kewajiban bagi idol Korea. Tekanan besar dari standar kecantikan Korea Selatan dan tuntutan pekerjaan di industri hiburan membuat mereka harus melakukan hal ini.
Tak heran jika banyak anggota boy group atau girl group Korea melakukan diet ketat atau setidaknya mempertahankan pola makan sehat. Salah satu sosok idol Korea yang belakangan ini penampilannya mengejutkan banyak orang adalah Shindong, anggota boy group Super Junior.
Lewat deretan unggahan foto di Instagram pribadinya @earlyboysd, Shindong mencuri perhatian karena penampilannya yang kini semakin ramping dan tirus, hingga membuat banyak orang pangling.
Rupanya, pelantun lagu 'Sorry-Sorry' itu memang telah berhasil menurunkan berat badan cukup banyak.
Dalam acara hiburan KBS 2TV 'Problem Child in House' yang mengundang Shindong dan Kyuhyun, Super Junior, idol berusia 41 tahun ini mengaku berhasil menjalani program diet yang membuat berat badannya turun sebanyak 37 kilogram.
Berat badan awal Shindong menyentuh 116 kilogram lalu kini menjadi 79 kilogram, lapor biz.chosun.com (7/3/2025).
Shindong mengungkap dirinya menurunkan berat badan selama 6 bulan. Ia mengaku selama diet, hanya makan sedikit nasi merah yang dibentuk menjadi boia-bola kecil, lalu menyantapnya dengan ikan teri tumis atau sesuatu yang serupa.
"Saya makan sekitar enam bola nasi merah dengan tambahan ikan teri tumis atau sesuatu yang serupa," jelasnya dalam acara tersebut.
Idol kelahiran tahun 1985 ini juga mengaku sempat menerima suntikan diet, seperti Wegovy yang mengandung hormon Glucagon-Like Peptide 1 atau GLP-1 yang populer dalam program diet.
Suntikan tersebut ia dapatkan secara bertahap, sampai tujuh tahapan. Namun, menurutnya hal tersebut tidak memberikan efek yang signifikan.
Dokter sempat menduga jika hal ini disebabkan karena pencernaan Shindong yang kurang baik.
Namun, Shindong menjawabnya dengan mengungkap, "Tetapi saya mencerna (makanan dengan sangat baik."
Pada siaran ke-24 MBN Channel S 'Moo No Plan 4', Shin Dong mengungkap bahwa dirinya mengalami sesuatu yang disebut 'efek yo-yo'. Ini merupakan kondisi ketika seseorang berhasil menurunkan berat badan, tetapi berat badannya kembali naik ke angka semula atau lebih tinggi dalam waktu relatif cepat.
"Aku tidak makan sebanyak yang orang kira. Aku rasa gen obesitas memang benar-benar ada. Bahkan jika kami bertiga makan seperti ini, aku akan paling banyak menambah berat badan," jelasnya dalam acara tersebut.
Dalam acara tersebut, anggota boy group populer ini juga berbagi cerita soal kebiasaan makannya dulu. Pernah ada satu tahun di mana Shindong menghabiskan 30 juta won atau sekitar Rp400 juta untuk bayar aplikasi pengiriman.
Shin Dong mengatakan bahwa dirinya hampir selalu memesan makanan melalui aplikasi pesan antar. Namun, setelah menurunkan berat badan, ia sadar harus berolahraga untuk mempertahankannya.
Shindong kini tampaknya berhasil mengelola berat badannya. Bahkan dalam unggahan fotonya di Instagram, banyak yang mengira pria ini menggunakan bantuan edit kecerdasan buatan (AI) karena transformasi yang tidak terduga.
Pelantun 'Bonamana' itu diketahui menghindari makan malam setelah pukul 10 malam, makan sesuai porsi di waktu yang dijadwalkan, serta berjalan lebih dari 10 ribu langkah setiap hari.
Simak Video "Reaksi Super Junior L.S.S Cobain Seblak dan Klepon"
(aqr/adr)