Sejumlah Gen Z di Seoul, Korea Selatan, tengah menggandrungi sajian rendah kalori. Menunya jeli biji ek atau biji oak yang disajikan di dalam gelas bersama nasi dan kaldu dengan kandungan 46 kalori saja!
Jeli biji ek atau "dotorimuk" yang dulu identik dengan sajian kedai pinggir gunung kini naik kelas menjadi jajanan viral anak muda Korea Selatan.
Di kawasan Mangwon, Seoul bagian barat, anak-anak muda usia 20-30-an rela mengantre sejak pagi, bahkan di hari kerja, demi mendapatkan "cup mukbap". Menu tersebut berupa jeli biji ek dalam gelas yang disajikan bersama nasi dan kaldu.
Pergeseran selera ini terjadi karena dotorimuk kini dipandang sebagai makanan sehat modern, bukan lagi sekadar hidangan pendamping tradisional.
Biji ek biasanya dipanen saat musim gugur, kemudian direndam berulang kali untuk menghilangkan tanin penyebab rasa pahit. Baru kemudian digiling, diendapkan, lalu patinya direbus hingga mengeras menjadi jeli kenyal.
Data nutrisi dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan menyebut jeli biji ek hanya mengandung 46 kalori per 100 gram, dengan kadar air 88,6 gram atau sekitar 89 persen dari total beratnya.
Sisanya berupa karbohidrat 10,4 gram, lemak 0,3 gram, dan protein sekitar 0,3 gram. Kadar air yang tinggi inilah yang membuat menyantapnya dalam porsi besar tetap terasa mengenyangkan meski kalorinya rendah.
Tren makan jeli biji ek viral di media sosial lewat unggahan orang-orang yang menyantap Cup Mukbap sebagai camilan usai lari atau membawanya piknik ke Taman Mangwon Hangang di tepi Sungai Han.
Sejumlah komunitas lari bahkan kini menggelar acara yang memadukan lari santai dengan menyantap hidangan dalam kemasan gelas ini.
Sebelumnya, dotorimuk hanya bisa dinikmati dengan duduk di restoran, tapi kini penggunaan kemasan gelas sekali pakai membuatnya jadi jajanan kaki lima yang praktis dibawa ke mana saja.
Meski rendah kalori, jeli biji ek sebagian besar terdiri dari karbohidrat. Jadi, menyantapnya dalam porsi besar dengan tambahan nasi dan mi bisa melipatgandakan asupan karbohidrat.
Agar tetap seimbang, nasi bisa dikurangi dan diganti sumber protein seperti telur rebus atau tahu, atau beralih ke "mukmuchim", salad jeli biji ek dengan mentimun, selada, dan daun perilla untuk tambahan serat.
Konsumen juga diimbau tidak berlebihan menuangkan saus atau kaldu instan agar asupan natrium tetap terkendali.
Simak Video "Pentingnya Camilan Sehat untuk Anak Menurut Zita Anjani"
(raf/adr)