Plastic wrap atau plastik pembungkus praktis digunakan untuk mengamankan makanan dengan cepat. Sayangnya, tidak semua makanan cocok dikemas dengan plastik ini, seperti 5 makanan ini.
Plastic wrap atau plastik pembungkus merupakan jenis plastik tipis dan elastis yang digunakan untuk membungkus, melindungi, dan menyegel berbagai benda, termasuk makanan. Plastik ini dikenal dengan kepraktisannya karena punya daya rekat alami sehingga bisa menempel erat pada permukaan wadah tanpa perekat tambahan.
Sifatnya yang fleksibel dan transparan juga bisa menjaga kesegaran serta kebersihan makanan. Plastic wrap mampu menahan kelembapan alami dan mengatur aliran gas pada buah, sayur, atau makanan lain agar tidak cepat layu atau busuk.
Meskipun begitu, tidak semua makanan cocok dibungkus menggunakan plastic wrap. Jika penggunaannya tidak tepat, plastic wrap dapat mengurangi aliran udara dan memerangkap kelembapan, yang berpotensi merusak makanan.
Dilansir dari Martha Stewart (27/9), berikut 5 makanan yang sebaiknya tidak dibungkus dengan plastic wrap.
1. Jamur
Jamur mengandung sekitar 85 hingga 95 persen air. Menurut ahli Vickers, jamur yang baru dipanen terus melepaskan uap air. Jadi ketika jamur terperangkap di bawah plastik, kondensasi ini menumpuk dan mempercepat pembusukan bakteri, membuat tudung jamur menjadi lunak dan berlendir.
Oleh karena itu, sebaiknya ganti dengan metode penyimpanan lainnya. Jamur sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum disimpan. Jamur juga sebaiknya disimpan dalam paper bag cokelat di rak utama kulkas.
Menurut Vickers, kertas bisa menyerap kelembapan yang dilepaskan sekaligus memungkinkan aliran udara yang cukup, sehingga menjaga jamur tetap kering dan memperpanjang masa simpannya.
2. Herba segar
Menurut Vickers, herba segar sebaiknya juga tidak dibungkus dengan plastik wrap. Hal ini dikarenakan, pastik wrap bisa menghancurkan daun-daun herba yang lembut. Plastik wrap yang terlalu rapat juga bisa memerangkap air yang menempel pada herba, menyebabkan pembusukan.
Ahli Gavin juga mencatat hal serupa di mana pembungkus plastik atau plastik wrap dapat membatasi aliran udara, menciptakan lingkungan lembap yang dapat emndorong pembusukan dan memperpendek umur simpan herba.
Untuk alternatif penyimpanan lebih baik, kamu bisa memerhatikan dulu jenis herbanya. Untuk herba lunak, seperti ketumbar, peterseli, atau daun mint, lebih baik ujung batangnya dipotong lalu diletakkan tegak dalam stoples dan tambahkan air setinggi 2,5 cm. Tutup longgar dengan kain linen dan simpan dalam kulkas. Menurut Vicker, air dapat memberi nutrisi pada batang. Sedangkan penutup linen bisa mencegah kelayuan.
Untuk herba yang lebih tahan banting, seperti rosemary, daun bawang, hingga kucai, kamu bisa membungkuskan dengan longgar menggunakan kertas tisu lembap. Kelembapan bisa menjaga herba ini mengering.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(aqr/adr)