Bukan Awet Malah Cepat Busuk! 6 Makanan Ini Jangan Dibungkus Plastic Wrap

Bukan Awet Malah Cepat Busuk! 6 Makanan Ini Jangan Dibungkus Plastic Wrap

Beta Lukitasari - detikFood
Jumat, 14 Agu 2026 06:00 WIB
Ilustrasi makanan dibungkus plastik.
Foto: Getty Images/daqian dong
Jakarta -

Plastic wrap alias cling wrap jadi andalan di banyak dapur rumah tangga. Namun, ternyata tak semua makanan cocok dibalut jenis plastik pembungkus ini.

Plastic wrap sering dipakai untuk membungkus sisa makanan, menutup adonan roti supaya permukaannya tak mengering saat proofing, sampai membalut sandwich yang mau dibawa bepergian.

Menurut peneliti pangan, Jessica Gavin, alasan utama orang memakai plastic wrap adalah untuk menjaga kualitas makanan sekaligus memperpanjang masa segarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahan ini bekerja dengan mengurangi penguapan, mencegah makanan kering di kulkas, dan mencegah aroma makanan sampai ke makanan lain di sekitarnya.

Meski serbaguna, plastic wrap ternyata bukan solusi tepat untuk semua jenis makanan. Ahli gizi Lavanya Kethamukkala, RDN, LDN, CLT menjelaskan bahwa plastic wrap jadi pilihan yang kurang tepat untuk makanan yang butuh sirkulasi udara, perlu melepaskan uap air, atau masih dalam kondisi panas.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari Eating Well (7/8), berikut 6 jenis makanan yang sebaiknya tidak dibungkus plastic wrap:

1. Sisa Makanan yang Masih Panas

Membungkus sisa makanan atau menutup loyang kue dengan plastic wrap memang jadi kebiasaan umum. Namun sebaiknya tunggu sampai makanan benar-benar dingin dulu sebelum dibungkus.

Menurut Gavin, menutup makanan yang masih sangat panas bisa memerangkap panas dan uap air, sehingga proses pendinginan jadi lambat dan makanan lebih lama berada di suhu "zona bahaya"yakni kisaran 4-60 derajat Celsius. Kondisi ini adalah tempat favorit bakteri berkembang biak.

Solusinya, biarkan makanan dingin dulu, baru bungkus dengan memberi sedikit jarak antara makanan dan plastic wrap. Menyimpan makanan di wadah kaca berpenutup juga bisa membantu proses pendinginan lebih efektif dan aman, tapi tetap tunggu sampai dingin sebelum menutup wadahnya.

2. Keju Lunak

Brie, Camembert, blue cheese, dan goat cheese akan lebih awet kalau mendapat keseimbangan kelembapan dan sirkulasi udara yang pas. Kalau dibungkus rapat-rapat dengan plastic wrap, uap air justru terperangkap di permukaan keju lunak ini sehingga mempercepat pembusukan atau mengubah tekstur dan rasanya.

Sebagai gantinya, Gavin menyarankan membungkus keju lunak secara longgar dengan kertas roti (parchment paper) atau cheese paper, lalu menyimpannya dalam wadah yang tetap memungkinkan sirkulasi udara agar keju-keju premium ini tetap segar.

3. Mentega

Gavin menegaskan plastic wrap sebenarnya aman digunakan sesuai petunjuk. Namun makanan berlemak tinggi seperti mentega atau minyak berisiko berinteraksi dengan zat aditif tertentu dalam plastik yang larut dalam lemak, seperti phthalate.

Karena itu, ia menyarankan selalu memilih plastic wrap berlabel 'BPA-free' atau 'phthalate-free', dan mencari alternatif penyimpanan lain untuk makanan berlemak.

"Saya pribadi lebih menghindari kontak langsung berkepanjangan antara plastic wrap dan makanan yang sangat berlemak," ujar Gavin. Kertas roti atau beeswax wrap bisa jadi lapisan pelindung yang baik, atau simpan mentega dalam wadah kaca untuk menjaga kualitasnya.

4. Sayuran Berdaun dan Herba Segar

Sayuran hijau dan herba memang sering dijual dalam kemasan plastik di supermarket, tapi itu bukan berarti harus disimpan di rumah dengan plastic wrap juga.

Kethamukkala menjelaskan bahwa produk segar perlu tetap "bernapas" alias berespirasi setelah dipanen, sehingga terus melepaskan uap air. Kemasan di toko dirancang khusus agar kelembapan bisa keluar dan udara tetap mengalir, sementara plastic wrap di rumah tidak dirancang untuk itu.

Kethamukkala menyarankan pakai wadah yang dialasi tisu dapur kering, atau kantong khusus produk segar yang breathable. Untuk herba, Gavin merekomendasikan membungkusnya longgar dengan tisu dapur lembap, lalu memasukkannya ke wadah atau kantong yang bisa dipakai ulang.

5. Jamur

Sama seperti sayuran dan herba, jamur juga butuh "bernapas" supaya lebih awet di kulkas. "Plastik memerangkap kelembapan, membuat jamur jadi lendiran dan memperpendek masa simpannya," jelas Kethamukkala.

Kantong kertas jadi solusi yang lebih pas karena bisa menyerap kelebihan uap air sekaligus menjaga sirkulasi udara tetap baik. Kondisi yang lebih gelap di dalam kantong kertas juga membantu jamur bertahan lebih lama.

6. Buah Citrus yang Sudah Dipotong

Lemon, jeruk nipis, jeruk, dan grapefruit yang sudah dipotong bersifat sangat asam, dan sifat asam ini bisa memengaruhi kualitas plastik sekaligus rasa buahnya, terutama kalau disimpan dalam waktu lama, kata Gavin.

Plastic wrap mungkin masih cocok dipakai untuk penyimpanan sehari, tapi untuk jangka lebih panjang sebaiknya gunakan wadah nonreaktif seperti kaca atau wadah silikon food-grade agar kesegaran buah tetap terjaga.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (yms/yms)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads