5 Makanan Ini Jangan Disimpan dalam Wadah Plastik, Bisa Picu Bakteri

5 Makanan Ini Jangan Disimpan dalam Wadah Plastik, Bisa Picu Bakteri

Sonia Basoni - detikFood
Senin, 10 Agu 2026 11:30 WIB
Pria tolak makanan sisa dari ibu pacarnya.
Foto: Getty Images
Jakarta -

Selama ini wadah plastik menjadi andalan untuk menyimpan makanan. Namun, ada beberapa jenis makanan yang ternyata sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalamnya.

Menurut Brad Lampe, MPH selaku ahli keamanan pangan, wadah plastik dapat menjebak suhu panas dan kelembapan sehingga menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri.

Pada makanan tertentu, penyimpanan dalam plastik juga dapat mempercepat kerusakan atau meningkatkan paparan zat dari material plastik. Tidak perlu langsung menghindari plastik sepenuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, untuk beberapa makanan, penggunaan wadah kaca, kemasan asli, atau wadah yang memiliki sirkulasi udara lebih baik dapat menjadi pilihan agar makanan tetap segar dan aman dikonsumsi.

Dilansir dari Real Simple (08/08/2026), berikut lima makanan yang seharusnya tidak disimpan di wadah plastik.

ADVERTISEMENT

1. Daging dan Ayam Mentah

Raw meat. Different kinds of pork and beef meat. On a black rustic background.Raw meat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Olesia Shadrina

Daging sapi hingga kambing serta ayam mentah membutuhkan cara penyimpanan yang tepat karena cairan alaminya dapat meningkatkan kelembapan di dalam wadah.

Brad Lampe mengatakan kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan bakteri seperti Salmonella dan E. coli.

"Daging mentah mengeluarkan cairan alami yang menjadi tempat berkembang biak bakteri berbahaya ketika disimpan dalam wadah plastik," ujarnya.

Lampe menyarankan wadah kaca bertutup rapat atau kertas khusus daging. Daging mentah juga sebaiknya ditempatkan di rak paling bawah kulkas untuk mencegah cairannya menetes ke makanan lain.

2. Produk Susu Segar

Glass and Bottle of fresh milkGlass and Bottle of fresh milk Foto: Getty Images/ddukang

Keju yang teksturnya lunak dan produk berbahan dasar susu termasuk makanan yang sensitif terhadap cara penyimpanan. Menurut Lampe, produk susu membutuhkan sirkulasi udara yang terkontrol agar tetap segar.

Wadah plastik dapat memerangkap kelembapan dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri serta mempercepat kerusakan.

Pada produk susu, kondisi tersebut dapat menyebabkan munculnya jamur dan kontaminasi bakteri. Karena itu, Lampe menyarankan produk susu tetap disimpan dalam kemasan aslinya atau dipindahkan ke wadah yang memungkinkan sirkulasi udara lebih baik.


3. Buah Penghasil Gas Etilen

Caucasian woman sitting by the table at home cutting banana - Adult girl female preparing fruit salad at home - healthy eating concept copy space close upBuah pisang. Foto: Getty Images/iStockphoto/Miljan Živković

Apel, pisang, dan tomat secara alami menghasilkan gas etilen ketika matang. Gas ini dapat mempercepat proses pematangan buah lain di sekitarnya.

Menurut Lampe, menyimpan buah-buahan tersebut dalam wadah plastik kedap udara dapat membuat gas etilen terperangkap dan mempercepat pematangan.

Akibatnya, buah lebih cepat menjadi lembek dan busuk. Ia menyarankan buah penghasil etilen disimpan dalam keranjang yang memiliki sirkulasi udara atau wadah berlubang.

Pisang juga sebaiknya ditempatkan terpisah dari buah lain agar tidak mempercepat proses pematangan di sekitarnya.

4. Sayuran Hijau dan Rempah Segar

Sayuran hijauSayuran hijau Foto: Getty Images/Ivan Pantic

Selada, sayuran berdaun hijau, serta rempah segar termasuk bahan makanan yang mudah rusak jika kelembapannya terperangkap. Lampe menjelaskan bahwa sayuran berdaun membutuhkan sirkulasi udara agar tetap segar.

Wadah plastik dapat memerangkap kelembapan sehingga menyebabkan sayuran layu, memicu pertumbuhan bakteri, hingga membuat teksturnya berlendir. Bahkan, strain E. coli tertentu dapat berkembang pada lingkungan yang lembap.

Untuk rempah segar, Lampe menyarankan membungkusnya dengan tisu dapur yang sedikit lembap lalu menyimpannya dalam wadah terbuka. Sayuran hijau dapat disimpan dalam kantong atau wadah berlubang.

5. Makanan Sisa yang Masih Panas

Tips Simpan Makanan Sisa di Kulkas Agar Tetap Aman DimakanMakanan sisa. Foto: Ilustrasi iStock

Makanan sisa yang baru selesai dimasak sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam wadah plastik. Lampe menjelaskan, makanan panas dapat menghasilkan uap dan kondensasi di dalam wadah sehingga suhu meningkat dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri.

Kondisi ini dikenal sebagai 'zona bahaya' pada suhu 4,4-60 derajat Celsius (Β°C). Selain itu, kontak makanan panas dengan plastik berpotensi meningkatkan paparan zat seperti BPA, ftalat, PFAS, atau mikroplastik.

Lampe menyarankan makanan yang masih panas sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan. Wadah kaca atau wadah penyimpanan yang aman untuk makanan dinilai lebih sesuai untuk menghadapi perubahan suhu makanan.

Halaman 2 dari 2
(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads