Jengkol banyak disukai karena tekstur empuk dan rasa khasnya, tapi banyak juga yang tak tahan dengan bau tajam jengkol. Agar empuk legit dan baunya hilang, perhatikan tips berikut!
Jengkol merupakan bahan makanan yang mudah ditemui di Indonesia, tapi termasuk 'ekstrem' karena memiliki aroma yang menyengat. Aroma pada jengkol bahkan bisa tertinggal cukup lama sampai ke air seni.
Meski memiliki aroma menyengat, jengkol tergolong banyak digemari karena rasanya yang lezat dengan tekstur empuk legit mirip kentang. Untuk mengolahnya, bau jengkol bisa diakali agar menghilang.
Perhatikan beberapa tips memasak jengkol berikut kalau ingin menikmatinya tanpa bau yang menyengat, mulai dari cara merebus jengkol hingga mengolahnya menjadi lauk lezat.
1. Kupas Kulit Ari Jengkol
Sebelum memasaknya, jengkol harus dikupas sampai bersih. Jangan menyisakan kulit ari jengkol, karena itu bisa meninggalkan sensasi rasa pahit.
Selain mengurangi rasa pahit, jengkol yang dikupas juga bisa membuat bumbu masakan meresap sampai ke dalam. Lapisan kulit jengkol yang dikupas bersih ini juga dapat mengurangi bau khasnya.
2. Rendam Jengkol Semalaman
Jengkol yang telah dikupas bersih, sebaiknya direndam terlebih dahulu semalaman. Cara merendamnya juga perlu diperhatikan, karena lebih baik jika menggunakan air kapur sirih.
Jengkol yang direndam semalaman ini akan membuat rasa pahit pada jengkol hilang. Aroma tak sedap pada jengkol juga bisa diminimalisir saat proses perendaman.
Selain air kapur sirih, kamu juga bisa merendam jengkol dalam air bekas cucian beras. Air tersebut juga berfungsi dalam mengurangi aroma tajam pada jengkol.
Simak Video "Bikin Laper: Rekomendasi Tempat Makan Semur Jengkol yang Enak di Jakarta"
(yms/adr)