Raditya Dika dan Tepe menjadi sorotan setelah membuat konten di restoran omakase. Ini karena Tepe dianggap tidak mengerti dengan konsepnya. Berikut fakta omakase yang perlu diketahui!
Beberapa waktu lalu, Raditya Dika mengajak Tepe ke sebuah restoran sushi omakase di Jakarta. Raditya diketahui mentraktir Tepe pada hari itu.
Namun, konten tersebut justru menuai respons pro dan kontra. Banyak netizen menganggap kalau Tepe merusak suasana podcast dan tidak mengerti konsep omakase.
Dalam video yang diunggah Raditya Dika (3/10/2026), Tepe sempat terlihat menolak penyajian wasabi yang diletakkan di atas piring. Ia juga berteriak memanggil sang chef dengan nada tinggi dan menunjukkan perilaku lain yang dinilai buruk oleh netizen.
Jadi, seperti apa konsep omakase dan etiketnya? Berikut fakta omakase yang perlu diketahui!
1. Apa itu omakase?
Omakase dalam frasa bahasa Jepang merujuk pada tata cara memesan makanan di restoran yang berarti mempercayakan kepada koki sepenuhnya. Biasanya, konsep ini dihadirkan pada beberapa restoran Jepang, termasuk yang menyajikan sushi.
Dalam buku The Laws of Simplicity oleh John Maedan dan Iaman Britannica, omakase adalah istilah Jepang yang berarti 'Saya serahkan kepada Anda', seperti dikutip dari HalalCorner. Dalam hal ini, makanan yang disajikan semuanya diserahkan langsung ke chef dan pemesan harus mempercayakannya.
Pada konsep makan ini, chef biasanya menyiapkan bahan-bahan segar untuk kreasi makanannya. Penyajian makanan juga dibuat dengan tampilan sederhana, tetapi artistik.
Tempat makan pelanggan di restoran omakase juga biasanya langsung di hadapan chef. Sehingga, chef dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan dalam menyajikan makanannya.
Menu yang ditawarkan biasanya kuliner Jepang. Sushi omakase salah satu yang populer dan bisa ditemui di beberapa restoran Jakarta.
2. Sejarah omakase
Konsep omakase baru muncul pada 1990-an. Hal ini dikarenakan munculnya fenomena Economic Bubble (gelembung ekonomi) dimana pada masa itu banyak orang kaya baru bermunculan.
Para orang kaya baru di Jepang ini ingin makan sushi mewah, tetapi tidak paham jenis-jenis ikan atau etika memesannya. Oleh karena itu, mereka memilih mengucapkan 'omakase' dibandingkan harus terlihat canggung dan salah pesan.
Simak Video "Jalan-jalan ke Pusat Kuliner Jepang 'Oishiwa' di Transmart Central Park"
(yms/adr)