Bukan restoran conveyer belt sushi biasa, di Jepang kini ada restoran sushi dengan konsep serupa tapi hadir di dalam bus dua tingkat. Tertarik coba?
Konsep restoran sushi memang beragam, mulai dari omakase hingga restoran kasual yang fokus pada penyajian sushi menggunakan conveyor belt. Restoran sushi berkonsep conveyor belt paling sering diminati karena pilihannya beragam, konsep pesanan yang interaktif, hingga harga sushi yang relatif lebih murah.
Umumnya restoran sushi conveyor belt hadir di sebuah mall atau bangunan restoran biasa. Namun, kini para penikmat sushi tampaknya bisa merasakan pengalaman berbeda karena hadir restoran sushi conveyor belt di dalam bus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsep ini diperkenalkan oleh perusahaan operator bus terkenal di Jepang, WIller Across. Baru-baru ini mereka mengungkap akan mengoperasikan kendaraan bus tingkat dua. Namun, bukan sebagai bus wisata biasa, melainkan sekaligus sebagai restoran sushi konsep conveyor belt.
Jadi conveyor beltnya dijalankan di sekitar tepi luar area tempat duduk dan makan di lantai dua. Selain itu, busnya juga 'disulap' seperti sebuah sushi. Dimulai dari bagian luarnya di mana bus tersebut dilapisi dengan stiker menyerupai potongan sushi maguro (tuna) raksasa, lapor Sora News 24 (1/10).
Maguro dipilih bukan tanpa alasan. Sebab, maguro dianggap sebagai standar kualitas untuk restoran sushi dan Sushi Bus ingin meyakinkan wisatawan bahwa mereka tidak akan hanya mengandalkan faktor keunikan dari pengalaman bersantap tetapi juga desain busnya.
Perusahaan tersebut juga sudah bermitra dengan pemasok sushi untuk mengirimkan sekitar selusin jenis ikan yang berbeda langsung dari pasar ikan Toyosu di Tokyo. Pasokan ikan dari pasar tersebut terkenal lebih enak daripada yang ditawarkan restoran sushi conveyor belt konvensional.
Perihal rute yang akan dilalui bus ini di masih diperbincangkan. Namun, titik awalnya sudah ditetapkan yaitu penumpang akan naik dari terminal bus Kajibashi, satu blok di sebelah selatan Stasiun Tokyo.
Begini tampilan bagian dalam bus sushi tersebut. Foto: Soranews24.com / Casey Baseel |
Dari sana, Sushi Bus akan berangkat mengitari pusat kota selama kurang lebih 70 menit, melewati tempat-tempat wisata terkenal dan bagian kota lain yang ikonik. Bus ini juga hanya akan dikendarai dengan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam untuk menghindari risiko penumpang mabuk perjalanan.
Uji menyeluruh telah dilakukan untuk memastikan bahwa piring-piring sushi tidak akan tergelincir atau conveyor beltnya juga aman bahkan saat pengereman mendadak. Demi keselamatan, pemotongan atau pengirisan bahan dilakukan sebelum sushi dimuat ke dapur di lantai pertama atau sebelum bus berjalan.
Pelanggan yang tertarik bisa menikmati Sushi Bus dengan sistem makan sepuasnya. Harga yang diumumkan sebelumnya sebesar 16.000 yen atau sekitar Rp1.814.011 untuk penumpang berusia 2 tahun ke atas. Namun, jika ingin merasakan kursi premium di bus tersebut, ada biaya tambahan, sehingga harganya dibanderol 20.000 yen (Rp2.267.514) per orang.
Ini dia salah satu menu sushi yang bisa dinikmati pelanggan di Sushi Bus. Foto: Soranews24.com / Casey Baseel |
Sushi Bus memiliki total kapasitas 20 penumpang dengan kursi non premium disusun dalam bilik dua hingga empat orang. Sedangkan kursi premium berada di bagian paling depan lantai dua.
Sushi Bus menyatakan jika target pasar utamanya adalah wisatawan asing. Mereka mulai beroperasi pada 10 Oktober mendatang dan reservasi sudah bisa dilakukan secara online melalui situs web resmi mereka.
(aqr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN