×
Ad

Modal Jual Cincin Nikah, Cimol Bojot AA Kini Punya Banyak Gerai di Jabodetabek

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 17 Sep 2026 13:00 WIB
Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Jakarta -

Jajanan sederhana bisa berubah menjadi bisnis besar jika dikelola dengan serius. Hal itu pula yang terjadi pada Cimol Bojot AA.

Di balik perkembangannya, ada perjalanan panjang Cimol Bojot AA yang dimulai dari masa pandemi Covid-19. Saat bisnis fashion terpuruk, Taufik Rustiadi, justru menemukan peluang dari jajanan berbahan aci.

Dari gerobakan di Bandung, usahanya perlahan berkembang dan menjangkau banyak kota. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu mudah dan sempat membuat Taufik mengambil keputusan besar.

Berikut cerita perjalanan panjang Cimol Bojot AA.

1. Berawal dari Pandemi dan Gerobakan

Taufik Rustiadi, owner Cimol Bojot AA Foto: detikcom/Riska Fitria

Taufik Rustiadi hadir dalam konferensi pers TikTok Food Fest 2026 di KAUM, Menteng, Jakarta Pusat (15/9).

Di momen tersebut, Taufik menjadi pembicara mewakili merek cimolnya yang akan ikut mejeng di puncak TikTok Food Fest. Acara ini akan berlangsung di Hutan Kota GBK pada 26-27 September 2026.

Dalam sesi wawancara Taufik menceritakan perjalanan panjang saat membangun usaha cimol miliknya yang bernama Cimol Bojot AA. Ternyata, awalnya Taufik justru bergelut di bidang Fashion.

Masa pandemi Covid-19 tahun 2020 membuat bisnis fashion Taufik Rustiadi ikut terdampak. Bersama partnernya, Syahid, ia kemudian mencari peluang baru untuk tetap bertahan sekaligus memberdayakan orang sekitar.

Taufik melihat potensi jajanan tradisional yang bisa dikembangkan lebih modern. Ia dan Syahid lalu memilih cimol dan mulai mengolahnya dengan berbagai inovasi.

"Tahun 2020, aku dan partner aku, Syahid Kang Syahid namanya, punya mimpi," ujar Taufik Rustiadi, Pemilik Cimol Bojot AA. Mimpi tersebut berawal dari keinginan memberdayakan keluarga dan tetangga di masa pandemi.

2. Jual Cincin Nikah untuk Modal Usaha

Sebelum serius berjualan cimol, Taufik sempat mencari modal dengan menjual cincin pernikahannya. Langkah itu dilakukan setelah bisnis fashion yang sebelumnya ia jalankan terdampak pandemi.

Ide menjual cimol juga datang dari kebiasaan Taufik mengamati pedagang di sekitar rumah. Ia melihat usaha gerobakan ternyata bisa berkembang jika dikelola dengan serius.

"Saya itu orangnya suka ngobrol sama pedagang-pedagang," kata Taufik. Dari obrolan tersebut, ia mulai melihat bahwa usaha sederhana di gerobak memiliki peluang untuk dikembangkan.




(raf/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork