×
Ad

Kenapa Restoran Terapkan Aturan 'Dilarang Berbagi' Makanan?

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 14 Sep 2026 17:30 WIB
Foto: iStock
Jakarta -

Beberapa restoran punya peraturan ketat soal pemesanan makanan. Pelanggan yang datang tidak diperbolehkan hanya pesan satu makanan lalu membaginya (sharing). Kenapa ya?

Ketika makan di restoran bersama rombongan, kamu mungkin sering memesan hanya satu makanan lalu menikmatinya bersama-sama. Sebenarnya hal ini wajar, terutama jika datang ke restoran dalam keadaan perut yang tidak terlalu lapar.

Selama tahu cara berbagi makanan dengan sopan, pihak restoran juga tidak akan keberatan. Kecuali, jika memang pihak restoran memiliki aturan larangan untuk berbagi atau no sharing rules.

Beberapa restoran menerapkan sistem ini yang artinya pelanggan tidak boleh berbagi satu porsi makanan atau minuman dengan orang lain di meja yang sama. Pihak restoran mewajibkan setiap pelanggan memesan satu menu atau satu porsi untuk sendiri.

Dilansir dari thetakeout.com (28/12/2023) sebuah laporan tahun 2022 dari Datassential menemukan jika 21% pelanggan mengungkap mereka telah membagi hidangan utama untuk menurunkan biaya makan selama enam bulan. 58% pelanggan juga menyatakan akan terus melakukan sistem pemesanan ini.

Aturan 'no sharing rules' menuai kontroversi di kalangan pelanggan. Jika sebuah restoran langsung melarang praktik berbagi makanan hidangan utama, pelanggan pasti tidak akan senang. Oleh karena itu, banyak bisnis kuliner menerapkan berbagai strategi untuk tetap menerapkan aturan ini.

Pihak restoran juga sebenarnya punya tujuan tersendiri menerapkan no sharing rules. Dilansir dari Tasting Table (12/9), berikut alasan dan cara restoran menerapkan sistem tersebut.

1. Cari keuntungan lebih besar

Restoran menerapkan aturan ini untuk mencari keuntungan lebih besar. Foto: Istimewa

Sebenarnya bukan rahasia lagi sejumlah restoran menggunakan trik ini untuk membuat pelanggan menghabiskan lebih banyak uang. Trik ini menjadi lebih menonjol dalam beberapa tahun terakhir karena bisnis restoran terus mengalami penurunan keuntungan.

Jelas aturan ini bisa membuat perubahan keuntungan. Semakin sedikit hidangan yang dipesan setiap meja, maka uang yang dihasilkan restoran juga akan semakin sedikit. Restoran pun menjadi sulit menutupi biaya modal mereka, yang akhirnya akan terpaksa menaikkan harga supaya bisnis tersebut tetap beroperasi. Adanya aturan ini dapat memastikan setiap pelanggan membayar bagiannya.

2. Berbagi makanan bisa mengubah cita rasa

Berbagi makanan juga bisa mengubah cita rasa makanan yang seharusnya diracik untuk satu orang. Foto: iStock

Pelanggan di media sosial juga kerap melaporkan bahwa sebagian besar dari mereka menemukan larangan berbagi makanan di restoran fine dining atau restoran kelas atas.

Bukan tanpa alasan, peraturan ini diterapkan karena secara fundamental, berbagi makanan akan mengubah cita rasa hidangan yang telah diracik, disajikan, dan diporsikan dengan cermat untuk satu orang.

Jika restoran sangat memperhatikan kualitas makanananya, mungkin mereka akan menambahkan biaya tambahan karena artinya mereka perlu mengubah desain yang telah dirancang secara cermat. Namun, ada juga restoran yang memang sejak awal memberitahu pelanggan bahwa mereka tidak diperbolehkan berbagi.

3. Membantu menutupi pengeluaran

Beberapa restoran menemukan tantangan tersendiri, terutama ketika menyangkut rombongan besar.

Anne McBride, wakil presiden program di James Beard Foundation mengatakan kepada WSJ bahwa banyak rombongan pelanggan datang ke restoran dan berbagi menu makanan, tetapi berlama-lama, dan tidak memesan alkohol.

Pada akhirnya, hal tersebut dianggap mempersulit restoran menutupi pengeluaran. Sebab, hidangan utama individual, penjualan alkohol, dan perputaran pelanggan adalah cara utama restoran meningkatkan margin keuntungan mereka.



Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"


(aqr/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork