Kritikus Makanan Bilang Ogah Masuk Restoran dengan 5 Ciri Ini

Kritikus Makanan Bilang Ogah Masuk Restoran dengan 5 Ciri Ini

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 13 Jul 2026 16:30 WIB
Kritikus Makanan Bilang Ogah Masuk Restoran dengan 5 Ciri Ini
Foto: Jeff Spicer/Getty; Grace Dent/Instagram
Jakarta -

Kritikus makanan ini membagikan ciri-ciri restoran yang tidak akan pernah ia kunjungi. Kenapa ya alasannya?

Kritikus makanan atau food critic mengunjungi restoran untuk mencicipi berbagai hidangan dan menilai pengalaman bersantapnya secara menyeluruh. Mereka kerap mengomentari beberapa hal, termasuk mengevaluasi kualitas rasa, teknik memasak, penyajian, pelayanan, dan suasana restoran.

Beberapa restoran mungkin lolos dalam kualifikasi para kritikus makanan. Namun, ada juga restoran yang tidak masuk kriteria bahkan dihindari oleh kritikus makanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru-baru ini, kritikus makanan, Grace Dent, yang juga merupakan juri MasterChef Inggris mengungkap dalam sebuah unggahan di Instagram terkait lima jenis restoran yang menurutnya tidak akan pernah ia kunjungi.

ADVERTISEMENT

Wanita 52 tahun ini tidak akan memilih restoran mana pun yang berubah menjadi klub malam setelah jam 10 malam. Selanjutnya ia mengungkap kalau tidak akan datang ke kafe yang keren dan trendi pada pukul 8 pagi.

Kritikus Makanan Bilang Ogah Masuk Restoran dengan 5 Ciri IniGrace Dent mengungkap sejumlah jenis restoran yang tidak akan pernah ia kunjungi. Foto: Jeff Spicer/Getty; Grace Dent/Instagram

Menurutnya, kafe-kafe tersebut akan selalu dimiliki oleh orang-orang yang tinggalnya jauh dari lokasi usaha tersebut berdiri. Jarak yang jauh akhirnya kerap menyebabkan masalah di kafe, seperti mesin kopinya sering mati atau lupa menyimpan stok kue atau roti, sehingga ada bekas gigitan tikus di dalamnya, lapor people.com (10/7).

Jenis restoran ketiga yang membuat Dent geram adalah restoran dengan minimal 18 tasting menu. Menurutnya menu tersebut bisa memakan waktu sangat lama.

"Secara teknis, apa pun yang lebih dari 11 hidangan tasting menu adalah sebuah penculikan," ujarnya.

Dent kemudian mengecam tempat makan yang bisnisnya melibatkan 'pencucian uang'. Istilah tersebut ia gunakan untuk menggambarkan restoran baru misterius yang dipromosikan minim di media online, tetapi menawarkan hidangan mahal.

Kritikus makanan ini mengakhiri tulisannya dengan mengungkap bahwa ia tahu terlalu banyak tentang bisnis restoran.

Unggahan tersebut menarik perhatian banyak orang di kolom komentar. Beberapa netizen menyampaikan keluhan mereka sendiri tentang restoran-restoran tertentu. Mulai dari restoran yang menawarkan hidangan tradisional tetapi menggunakan perasa buatan hingga restoran yang menawarkan 'busa' dalam rangkaian tasting menunya.

Dent memang sering membagikan pemikiran dan rekomendasinya lewat unggahan Instagram. Sebelumya, ia juga telah menunjukkan kepada followers (pengikut) terkait lima restoran 'sangat menawan' untuk disambangi bagi teman-temannya yang ingin kencan romantis.



(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads