Selain warna, ubi jalar dan ubi ungu punya perbedaan lain yang signifikan. Mulai dari rasa, tekstur, bahkan sampai kandungan nutrisi, ini faktanya.
Ubi jalar menjadi salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan di Indonesia. Rasanya manis dan teksturnya bisa berubah sesuai jenis serta cara masaknya.
Selain ubi jalar berdaging oranye, ada pula ubi dengan warna ungu yang mencuri perhatian. Keduanya sama-sama bernutrisi, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.
Perbedaan warna ternyata bukan sekadar soal tampilan. Rasa, tekstur, kandungan nutrisi, hingga cara mengolahnya juga membuat kedua jenis ubi ini menarik untuk dibandingkan.
Berikut ini 5 perbedaan ubi jalar dan ubi ungu dilansir dari berbagai sumber:
1. Warna dan Tampilan
Ubi jalar umumnya memiliki daging berwarna oranye, meski tersedia pula varietas berwarna putih dan kuning. Kulitnya dapat berwarna cokelat, kemerahan, hingga tembaga.
Sementara itu, ubi ungu memiliki daging berwarna ungu akibat kandungan antosianin. Warna tersebut menjadi salah satu ciri paling mudah untuk membedakannya dari ubi berdaging oranye.
Menariknya, tidak semua ubi berkulit ungu memiliki daging berwarna ungu. Ubi jalar Jepang, misalnya, memiliki kulit kemerahan atau ungu dengan daging putih kekuningan.
2. Karakter Rasa
Ubi jalar oranye cenderung memiliki rasa manis yang lebih kuat. Saat dimasak, rasanya semakin lembut dan cocok dijadikan camilan maupun bahan makanan manis.
Ubi ungu justru memiliki rasa manis yang lebih seimbang dengan sedikit nuansa gurih dan kacang (nutty). Karakter ini membuatnya tetap lezat disantap tanpa banyak tambahan bahan.
Jenis ubi Jepang juga dikenal memiliki rasa manis dan sedikit seperti kacang kastanye. Teksturnya lebih padat sehingga terasa berbeda dibanding ubi jalar oranye yang lebih lembap.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(dfl/adr)