Selain warna, ubi jalar dan ubi ungu punya perbedaan lain yang signifikan. Mulai dari rasa, tekstur, bahkan sampai kandungan nutrisi, ini faktanya.
Ubi jalar menjadi salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan di Indonesia. Rasanya manis dan teksturnya bisa berubah sesuai jenis serta cara masaknya.
Selain ubi jalar berdaging oranye, ada pula ubi dengan warna ungu yang mencuri perhatian. Keduanya sama-sama bernutrisi, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan warna ternyata bukan sekadar soal tampilan. Rasa, tekstur, kandungan nutrisi, hingga cara mengolahnya juga membuat kedua jenis ubi ini menarik untuk dibandingkan.
Berikut ini 5 perbedaan ubi jalar dan ubi ungu dilansir dari berbagai sumber:
Secara kasat mata, warna dan tampilannya berbeda secara signifikan. Foto: Getty Images/iStockphoto |
1. Warna dan Tampilan
Ubi jalar umumnya memiliki daging berwarna oranye, meski tersedia pula varietas berwarna putih dan kuning. Kulitnya dapat berwarna cokelat, kemerahan, hingga tembaga.
Sementara itu, ubi ungu memiliki daging berwarna ungu akibat kandungan antosianin. Warna tersebut menjadi salah satu ciri paling mudah untuk membedakannya dari ubi berdaging oranye.
Menariknya, tidak semua ubi berkulit ungu memiliki daging berwarna ungu. Ubi jalar Jepang, misalnya, memiliki kulit kemerahan atau ungu dengan daging putih kekuningan.
2. Karakter Rasa
Ubi jalar oranye cenderung memiliki rasa manis yang lebih kuat. Saat dimasak, rasanya semakin lembut dan cocok dijadikan camilan maupun bahan makanan manis.
Ubi ungu justru memiliki rasa manis yang lebih seimbang dengan sedikit nuansa gurih dan kacang (nutty). Karakter ini membuatnya tetap lezat disantap tanpa banyak tambahan bahan.
Jenis ubi Jepang juga dikenal memiliki rasa manis dan sedikit seperti kacang kastanye. Teksturnya lebih padat sehingga terasa berbeda dibanding ubi jalar oranye yang lebih lembap.
3. Tekstur Setelah Matang
Ubi jalar biasa memiliki tekstur lembut dan cenderung basah setelah dipanggang atau direbus. Karakter ini membuatnya mudah dihaluskan untuk puree, kolak, atau adonan kue.
Ubi ungu umumnya lebih kering dan padat, terutama varietas Stokes Purple. Karena itu, proses memasaknya dapat membutuhkan waktu lebih lama agar teksturnya menjadi empuk.
Ubi ungu Okinawa memiliki tekstur yang lebih creamy dibanding Stokes Purple. Keduanya tetap berbeda dari ubi jalar oranye yang cenderung lebih lembap setelah matang.
Antara ubi jalar dan ubi ungu punya cara olah yang berbeda. Foto: Site News |
4. Cara Mengolah
Ubi jalar bisa direbus, dikukus, dipanggang, digoreng, atau diolah menjadi berbagai hidangan. Teksturnya yang lembut membuatnya mudah dipadukan dengan makanan gurih maupun manis.
Ubi ungu juga dapat dimasak dengan cara serupa, tetapi proses pemanggangan sebaiknya dilakukan lebih lama. Pemanggangan suhu sedang dapat membantu mengeluarkan rasa dan warna terbaiknya.
Untuk menikmati cita rasa alaminya, ubi ungu sebenarnya sudah lezat disantap tanpa banyak topping. Pilihan pengolahan tetap bisa disesuaikan dengan tekstur dan jenis ubi yang digunakan.
5. Kandungan Nutrisi
Ubi jalar dikenal sebagai sumber serat, vitamin C, kalium, dan beta-karoten. Beta-karoten pada varietas oranye dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.
Ubi ungu memiliki keunggulan pada kandungan antosianin, yaitu senyawa antioksidan yang juga memberi warna ungu alami. Senyawa ini membuat ubi ungu menarik dari sisi kandungan antioksidan.
Keduanya tetap bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang. Jadi, memilih ubi tidak harus selalu berdasarkan warna, tetapi juga kebutuhan nutrisi dan cara pengolahannya.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN