×
Ad

Ngopi Yuk!

Mengenal Mocha Java Coffee yang Jadi Coffee Blend Tertua di Dunia

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 17 Agu 2026 07:00 WIB
Foto: iStock
Jakarta -

Mocha Java Coffee populer sebagai nama minuman cokelat. Namun faktanya, ini adalah blend coffee tertua di dunia yang telah dinikmati selama berabad-abad.

Jenis biji kopi yang dipakai dalam minuman kopi tidak hanya satu. Ada juga istilah coffee blend yang menggabungkan dua atau lebih jenis biji kopi berasal dari daerah berbeda.

Racikan coffee blend ini bertujuan menciptakan rasa unik dan profil yang spesifik pada akhir produk kopi. Jenis coffee blend ada dua. Pertama kopi yang berasal dari campuran biji kopi dari beberapa daerah atau negara berbeda. Kedua biji kopi yang dicampur dari dua tipe berbeda, misalnya Arabika campur Robusta.

Banyak jenis coffee blend yang populer saat ini, misalnya blend Arabika Gayo atau Robusta Dampit yang sering menjadi acuan untuk es kopi susu kekinian. Namun, sebelumnya, ada coffee blend Mocha Java yang sudah lebih dulu terkenal. Bahkan dianggap menjadi salah satu jenis kopi blend tertua di dunia.

Berikut fakta Mocha Java Coffee, seperti dilansir dari mississippimudcoffee.com (21/4/2025).

1. Salah satu coffee blend tertua

Mocha Java Coffee termasuk salah satu kopi blend tertua. Foto: Getty Images/iStockphoto

Di abad ke-17, campuran kopi mocha Java diperkenalkan ketika para pelaut Eropa mengangkut kopi dan barang-barang lainnya dari pulau Jawa, Indonesia ke pelabuhan Mokha di Yaman. Mereka melakukan hal ini sebelum akhirnya kembali ke Eropa, lapor volcanicacoffee.com (3/5/2021).

Dari sana, orang Eropa akhirnya menemukan campuran kopi dengan perbandingan 50-50, sampai akhirnya mocha Java kopi diterima di di dunia dan pada saat itu menjadi salah satu coffee blend favorit banyak orang.

2. Apa itu mocha Java coffee?

Biji kopi blend ini perpaduan antara biji kopi dari Jawa dan mokha di Yaman. Foto: iStock

Mendengar kata 'mocha', mungkin banyak orang menganggap ini adalah minuman kopi dicampur dengan cokelat dan susu steam panas.

Namun tidak dengan coffee blend mocha Java. Racikan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan cokelat. Nama tersebut diambil dari dua wilayah penghasil kopi ini yaitu pelabunan Mocha di Yaman dan pulau Jawa Indonesia.

Biji kopi Mocha di Yaman dikenal karena keasamannya yang memiliki sentuhan fruity dan aroma seperti anggur, serta karakter kompleks.

Sedangkan biji kopi Jawa memiliki cita rasa dasar lembut dengan keasaman rendah. Ketika digabung, kedua biji kopi ini menciptakan secangkir kopi yang berlapis dan seimbang. Rasanya menyegarkan di awal dengan sentuhan akhir yang kaya dan menenangkan.

Namun, karena saat ini akses terhadap biji kopi Yaman terbatas, banyak roastery menggunakan biji kopi Ethiopia sebagai pengganti.



Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"

(aqr/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork