Bukan truffle, jamur liar asal Yunnan ini justru diburu para chef karena punya cita rasa unik. Harganya bisa mencapai Rp19 juta per kilogram.
Musim hujan di Provinsi Yunnan, China, selalu membawa berkah bagi para pemburu jamur liar. Ribuan orang berburu jamur yang banyak diburu pemilik restoran hingga kolektor.
Yunnan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan jamur liar terbesar di China. Ada lebih dari 1.000 jenis jamur yang bisa dimakan dan hanya muncul saat musim tertentu.
Salah satu yang paling diburu adalah ganbajun. Jamur langka ini bahkan dibanderol hingga Rp19 juta per kilogram karena pasokannya sangat terbatas.
Dikutip dari South China Morning Post (17/7) berikut faktanya.
1. Yunnan Punya Lebih dari 1.000 Jenis Jamur Liar
Yunnan dijuluki ibu kota jamur liar di China. Provinsi ini memiliki lebih dari 1.000 jenis jamur liar yang bisa dimakan.
Menurut chef Liu Xin asal China, jumlah itu mencapai sekitar 91% dari seluruh spesies jamur liar edible (yang bisa dimakan) di China. Tak heran Yunnan jadi tujuan pencinta kuliner.
"Di Yunnan ada lebih dari 1.000 spesies jamur liar yang dapat dimakan. Jumlahnya sekitar 91% dari seluruh spesies jamur edible di China," ujar Liu Xin.
2. Ganbajun, Jamur Paling Mahal dan Diburu
Di antara banyak jenis jamur, ganbajun menjadi yang paling diburu. Aromanya sangat gurih hingga disebut mirip dendeng sapi setelah dimasak.
Jamur ini tumbuh alami di hutan pinus pada ketinggian 1.800-2.500 meter. Ganbajun juga tidak bisa dibudidayakan sehingga pasokannya sangat terbatas.
Liu Xin menempatkan ganbajun sebagai jamur terbaik. Setelah itu ada jizongjun, hongniuganjun, matsutake, dan qingtoujun.
Simak Video "Chef Eko: Passion Masak dari Hati"
(raf/adr)