Seorang pelanggan menemukan benda berbahaya di dalam manisan yang dibeli untuk putrinya. Siapa sangka ada staples berkarat di dalamnya!
Makanan yang dibeli di sebuah toko atau restoran belum tentu terjaga keamanannya. Banyak pelanggan menemukan benda tidak terduga di makanan yang bisa terjadi akibat berbagai faktor, seperti kerusakan mesin, bahan yang kurang segar, atau bahkan karena kelalaian manusia.
Penemuan benda tidak terduga ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Benda tersebut bisa mencemari makanan pelanggan yang berisiko memicu cedera saluran pencernaan, infeksi, atau keracunan.
Baru-baru ini seorang pelanggan di Mumbai mengalami kejadian kurang mengenyangkan karena menemukan benda aneh di makanannya. Melalui unggahan akun Instagram @prannoy_palav, pria tersebut menceritakan secara detail kejadian ini.
Awalnya ia beli kaju katli, manisan tradisional India dan motichoor laddoos atau camilan bola tradisional India yang terbuat dari butiran tepung halus dimasak dalam sirup gula berperisa, dan dibentuk menjadi bulat. Masing-masing camilan ini ia beli sejumlah 500 gram dari Tewari Bros, toko manisan tradisional dan camilan vegetarian yang populer di India, lapor news18.com (3/8).
Ketika hendak memberi manisan tersebut kepada putrinya yang berusia 3 tahun, pria Mumbai ini menemukan sesuatu yang tidak biasa. Ia lantas memeriksanya dengan lebih dekat.
Prannoy menemukan sebuah staples logam berkarat yang tertanam di salah satu makanan tersebut.
"Untungnya saya melihatnya sebelum dia memakannya. Konsekuensinya bisa sangat serius," ujarnya.
Insiden ini membuatnya bertanya-tanya tentang kualitas dan standar kebersihan di toko tersebut. Pelanggan ini mengaku jika makanan yang dibeli terutama permen, dimaksudkan untuk dibagi ke keluarga dan anak-anaknya, sehingga seharusnya ditangani dengan aman.
Usai menemukan benda berbahaya itu, Prannoy langsung kembali ke toko. Dalam salah satu klip, ia terlihat meminta karyawan untuk membuka kotak kaju katli tersebut. Karyawan kemudian mencabut staples logam dari salah satu kue.
Prannoy pun mempertanyakan praktik keamanan pangan yang mereka terapkan. Karena kecewa, Prannoy sampai mereka kondisi dapur di toko tersebut yang menunjukkan kondisi tidak hiegenis. Bahkan, menurut Prannoy, kamar mandinya terletak di dalam dapur.
Insiden ini langsung menarik perhatian banyak orang terhadap kebersihan makanan, kualitas, dan kemanan konsumen di restoran atau toko kue negara tersebut. Netizen juga mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan Maharashtra untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran kemanan pangan di seluruh negara bagian.
"Ya ampun! Kue-kue mereka sudah kedaluwarsa, tetapi setelah melihat kondisi dapur dan staples itu, saya rasa lebih baik membuat kue dalam jumlah kecil di rumah," ujar seorang netizen.
Netizen lain berkomentar, "Kita pergi ke restoran dan toko kue untuk menikmati makanan enak, tetapi kenyataannya, kita tidak tahu apa yang terjadi di balik layar, di dapur, atau terkait kebersihan, dan kita selalu menipu diri sendiri."
"Sulit dipercaya kita membayar harga setinggi ini untuk kebersihan seperti ini @tewarisofficial," ujar netizen lain.
Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"
(aqr/adr)