Bungkus makanan ringan yang terlihat setengah kosong ternyata punya alasan penting. Ada fungsi khusus di balik ruang kosong berisi 'angin' tersebut.
Pernah memperhatikan isi bungkus makanan ringan di supermarket? Banyak konsumen yang masih bingung dengan isiannya yang dianggap terlalu banyak udara atau angin.
Ternyata ada alasan khusus dibalik sistem pengemasannya. Dilansir dari Food NDTV, (25/7/2026), ruang di dalam bungkus makanan ringan sebenarnya bukan hanya berisi udara biasa.
Produsen umumnya menggunakan gas nitrogen untuk mengisi bagian kosong di dalam kemasan. Nitrogen dipilih karena sifatnya yang tidak mudah bereaksi dengan makanan.
Gas ini membantu mengurangi paparan oksigen yang bisa membuat minyak pada makanan ringan lebih cepat mengalami oksidasi.
Kalau minyak teroksidasi, rasa makanan ringan bisa berubah dan menjadi tengik. Karena itu penggunaan nitrogen membantu menjaga kualitas camilan selama masa penyimpanan.
Tak hanya soal menjaga rasa, nitrogen juga punya fungsi lain yang tak kalah penting. Gas tersebut membantu melindungi makanan ringan agar tidak mudah hancur selama perjalanan.
Makanan ringan seperti keripik termasuk camilan yang cukup rapuh dan mudah patah. Selama proses distribusi, kemasan bisa mengalami tekanan atau terbentur sehingga berisiko membuat isinya remuk.
Lantas, bagaimana jika kemasannya diperkecil agar tak terlalu banyak udara? Rupanya, pertimbangan ukuran kemasan tidak hanya mementingkan volume isi.
Ada berbagai pertimbangan teknis dalam proses produksi, pengemasan, hingga distribusi produk. Kemasan harus disesuaikan dengan mesin yang digunakan untuk mengisi dan menyegel produk.
Selain itu, desainnya juga perlu mempertimbangkan proses penyimpanan dan pengiriman. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara menentukan jumlah isi produk.
Camilan yang hanya mengisi setengah bagian bungkus bukan berarti jumlahnya otomatis kurang. Selama berat bersihnya sesuai dengan keterangan pada label, produk tersebut tetap memenuhi jumlah yang ditentukan.
Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"
(dfl/adr)