Chef Juna Sindir Penggemar Seblak: Kerupuk Itu Harusnya Digoreng!

Chef Juna Sindir Penggemar Seblak: Kerupuk Itu Harusnya Digoreng!

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Rabu, 29 Jul 2026 11:30 WIB
Mantap! Seblak Rp 10 Ribu dan Sate Taichan Nikmat di Seberang Mall Kuningan
Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Jakarta -

Dalam podcast bersama Sara Wijayanto, chef Juna menyindir penggemar seblak. Ia menyoroti kerupuk yang seharusnya digoreng, bukan direbus untuk jadi bahan utama seblak.

Juna Rorimpandey atau chef Juna mengungkap berbagai pengalaman hidup dan pandangannya dalam podcast bersama Sara Wijayanto yang tayang di C8 Podcast (26/7/2026). Chef 51 tahun ini juga sempat ditanya soal makanan viral apa yang menurutnya tidak sepadan (worth it).

Sebelum menjawab, chef Juna sudah memprediksi jawabannya mungkin akan membuat ia dimusuhi banyak orang. Namun, ia mengatakan 'bodo amat' hingga tetap menyampaikan pendapatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan nggak worth it ya, cuma saya tahu banyak orang suka makannya sering dan menurut saya itu tidak baik. Contoh, seblak," kata chef Juna. Ia menilai kerupuk yang merupakan bahan utama seblak, seharusnya digoreng.

"Kerupuk diciptakan sedemikian rupa untuk digoreng supaya udara masuk dan mengembang sehingga (dapat) tekstur dan crunchiness," jelas chef Juna.

ADVERTISEMENT

Sedangkan pada seblak, kerupuk mentah (direbus) dikasih sambal. "Ya oke nggak masalah, saya tidak menghakimi orang yang makan seblak, tetapi ya jangan sering-sering," lanjut chef yang pernah tinggal belasan tahun di Amerika Serikat ini.

Chef JunaChef Juna mengatakan seblak sebaiknya tidak sering dimakan. Foto: YouTube C8 Podcast

Ia mengaku dirinya juga pernah makan mie instan mentah yang dihancurkan lalu dicampur bumbu. "Terus dikocok-kocok. Saya juga makan begitu, tapi kan nggak sering dan terus-terusan," tambahnya.

Chef Juna menyoroti efek yang mungkin terjadi, sakit perut. Ia berujar, "Tidak perlu ahli gizi atau dokter sekalipun yang tahu (makan seblak) sering-sering itu tidak baik (untuk kesehatan)."

Sara Wijayanto pun mengakui efek itu. Ia pernah merasakan efeknya dimana perut jadi bergas. "Perut aku nggak bisa men-digest dengan baik, makanya GERD," sahut Sara.

Dikutip dari detikJogja (25/8/2024), efek makan seblak dijelaskan dalam jurnal bertajuk 'Pengaruh Makanan Seblak terhadap Kesehatan Tubuh' yang disusun oleh Dhimas Wahyudi, dkk.

Seblak disebut sebagai makanan tinggi kalori dan natrium yang dapat menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko obesitas. Efek samping lainnya, seseorang bisa mengalami peningkatan risiko darah tinggi atau hipertensi dan penyakit jantung.

Tidak hanya itu saja, seblak yang bercita rasa pedas juga dapat memicu gangguan pencernaan apabila dikonsumsi dalam takaran melebihi ambang batas yang wajar. Gangguan pencernaan yang bisa muncul misalnya sakit perut, mulas, hingga diare.

(adr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads