Kualitas makanan umumnya hanya bertahan dalam hitungan hari atau bulan. Namun, temuan makanan ribuan tahun ini membuktikan sebaliknya!
Berbagai jenis makanan berhasil ditemukan dalam kondisi masih utuh meski telah terkubur selama ratusan hingga ribuan tahun.
Mulai dari kentang beku, roti, dumpling, semangkuk mie, hingga mentega kuno, semuanya menjadi bukti bahwa masyarakat zaman dahulu sudah mengenal berbagai teknik penyimpanan dan pengawetan makanan.
Penemuan-penemuan ini tidak hanya mengungkap kebiasaan makan nenek moyang, tetapi juga menjadi saksi sejarah peradaban manusia.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima makanan ribuan tahun yang kondisinya mengejutkan saat pertama kali ditemukan.
1. Kentang Purba 500 Tahun
Baru-baru ini para arkeolog menemukan dua kentang purba jenis kentang beku atau chuño di situs Tambo Viejo, Lembah Acarí, Peru. Kentang tersebut diperkirakan berusia 500 tahun.
Meski berasal dari masa Kekaisaran Inca, kondisi kentang beku kering tersebut masih sangat baik. Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Field Archaeology ini menunjukkan bahwa masyarakat Inca telah menguasai teknik pengawetan pangan sejak ratusan tahun lalu.
Menurut pemimpin penggalian, Lidio Valdez, satu-satunya perbedaan kentang purba dengan chuño modern hanya ukurannya yang lebih kecil akibat penyusutan.
Ia juga menjelaskan bahwa chuño kemungkinan didistribusikan menggunakan karavan llama dan disimpan dalam wadah keramik di bawah tanah agar tahan lama serta tidak mudah membusuk.
2. Roti Berusia 5000 Tahun
Pertengahan 2025 lalu, para arkeolog menemukan roti berusia sekitar 5.000 tahun di Provinsi Eskisehir, Turki. Kondisinya masih utuh meski telah terkubur sejak Zaman Perunggu.
Penemuan yang diumumkan pada 2025 ini diyakini berasal dari sekitar 3.300 SM. Menurut kepala tim penggalian, Murat Terkteki, roti tetap awet karena sempat terbakar lalu terkubur di bawah pintu masuk rumah kuno.
Hasil analisis menunjukkan roti dibuat dari gandum Emmer kasar yang dicampur lentil. Terinspirasi temuan tersebut, sejumlah pembuat roti di Turki kini mencoba merekonstruksi resepnya menggunakan gandum Kavilca, bulgur, dan lentil untuk menghasilkan roti bergaya kuno yang rendah gluten.
3. Dumpling 2000 Tahun di China
Para arkeolog menemukan 40 dumpling berusia sekitar 2.000 tahun di Provinsi Henan, China pada 2023. Temuan ini diyakini sebagai dumpling tertua yang pernah diungkap melalui penelitian arkeologi.
Dumpling tersebut ditemukan di dalam kotak kayu di ruang makam yang terendam air tanah, sehingga kondisinya tetap utuh. Sebanyak 39 dumpling berisi nasi mentah, sedangkan satu lainnya berisi millet atau serealia berbulir kecil. Seluruhnya dibungkus daun oak manis dengan diameter sekitar 10-15 cm.
Arkeolog juga menemukan ranting yang diduga digunakan untuk mengikat dumpling. Temuan ini semakin memperkuat sejarah panjang dumpling yang telah dikenal sejak masa Dinasti Han sekitar 200 SM.
(sob/adr)