Keluarga di Singapura tinggalkan nanas 3 hari di rumah baru untuk ritual keberuntungan. Tak disangka malah ini yang terjadi.
Tradisi pindah rumah di sejumlah budaya sering disertai ritual atau simbol harapan baik, mulai dari mendatangkan keberuntungan hingga rezeki.
Namun, sebuah keluarga di Singapura justru mendapat pengalaman tak terduga setelah menjalankan ritual tersebut dengan buah nanas.
Kejadian ini dibagikan oleh kreator konten sekaligus ibu tiga anak, Erica Zhao, melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahannya pada 16 Juni, ia membagikan cerita yang disebutnya sebagai pengingat bagi pemilik rumah baru.
Dalam video berjudul "A little PSA for all new homeowners!", Erica menceritakan bahwa keluarganya melakukan ritual pindah rumah dengan menggulingkan buah nanas di dalam rumah baru mereka.
Setelah itu, nanas tersebut dibiarkan begitu saja selama tiga hari karena mereka tidak menyangka akan menimbulkan masalah, seperti yang dikutip dari STOMPS (19/7).
Saat kembali ke rumah, mereka menemukan adanya noda putih besar pada lantai marmer yang terlihat seperti bekas goresan.
Setelah mencari tahu penyebabnya, keluarga tersebut mengetahui bahwa nanas memiliki kandungan asam alami yang dapat merusak permukaan tertentu.
Terlebih lagi, cuaca panas seperti di Singapura bisa membuat cairan dari nanas keluar dan meresap ke lantai. Melalui unggahannya, Erica mengingatkan pemilik rumah baru yang ingin menjalankan tradisi serupa agar lebih berhati-hati.
Ia menyarankan untuk meletakkan nanas di atas nampan atau membungkusnya dengan kain sebelum digulingkan di dalam rumah.
"Ini langkah sederhana yang bisa menyelamatkan kamu dari masalah yang tidak perlu nantinya," tulis Erica.
Cerita tersebut pun ramai mendapat tanggapan dari warganet. Banyak yang mengaku baru mengetahui bahwa ritual dengan nanas bisa berdampak pada kondisi lantai rumah.
"Info yang bagus! Aku tidak tahu soal ini," tulis salah satu netizen.
Beberapa lainnya juga mengaku pernah melakukan hal yang sama tanpa menyadari risikonya.
Simak Video "Bikin Laper: Uniknya Sup Ikan Nanas Baronang From The Sea"
(raf/adr)