×
Ad

Sering Jadi Isian Es Campur, Nata de Coco Bisa Jadi Tak Halal Gegara Ini

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 19 Jun 2026 11:30 WIB
Foto: iStock
Jakarta -

Sering jadi isian es dan dessert, nata de coco punya proses pembuatan yang unik. Di balik itu, ada beberapa hal yang menjadi titik kritis kehalalannya.

Nata de coco jadi salah satu makanan kenyal yang sering hadir dalam minuman hingga hidangan penutup. Teksturnya yang unik membuatnya digemari banyak orang.

Di balik rasanya yang segar, nata de coco memiliki proses pembuatan yang cukup menarik. Mulai dari fermentasi hingga pemilihan bahan, semuanya berperan penting.

Tak hanya soal rasa, nata de coco juga punya cerita panjang sebelum sampai di meja makan. Yuk, kenali asal-usul, kandungan, hingga kehalalannya.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut fakta nata de coco:

1. Asal-muasal Nata de Coco

Ilustrasi nata de coco Foto: TikTok @iamegamei

Nata de coco dikenal sebagai makanan berbentuk jeli putih dengan tekstur kenyal yang menyegarkan.

Dikutip dari buku Pembuatan Nata de Coco" (2010) karya Timbul Sugihartono produk ini dibuat melalui proses fermentasi sari kelapa dengan bantuan bakteri

Nata pertama kali dikembangkan oleh seorang pria asal Filipina pada 1973 dan mulai diperkenalkan dua tahun setelahnya. Secara ilmiah, nata adalah selulosa hasil sintesis gula dari bakteri Acetobacter xylinum.

Selain air kelapa, bakteri tersebut juga bisa digunakan pada bahan lain seperti nanas, singkong, dan limbah tahu. Nama nata pun mengikuti bahan dasarnya, seperti nata de pinna dan nata de cassava.

2. Bahan-bahan Pembuatan Nada de Coco

Nata de coco dibuat dari air kelapa tua dan bakteri Acetobacter xylinum sebagai bahan utama. Bakteri ini berperan membentuk lapisan nata melalui proses fermentasi.

Selain bahan utama, pembuatan nata membutuhkan gula pasir, ZA, dan asam cuka. Bahan tambahan tersebut membantu mempercepat pertumbuhan bakteri selama proses fermentasi.

Bibit bakteri Acetobacter xylinum bisa dibuat dari sari buah nanas yang difermentasi. Nanas matang dipilih karena secara alami mengandung bakteri tersebut dalam jumlah kecil.

Sari nanas difermentasi dengan gula dan air selama beberapa minggu hingga menghasilkan bibit bakteri. Gula berfungsi sebagai sumber makanan agar bakteri tumbuh lebih optimal.



Simak Video "Video: Sanksi Penarikan untuk 7 Produk Pangan Mengandung Babi Bersertifikat Halal"


(raf/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork