×
Ad

Kuliner Betawi Autentik

Manis Legit Kue Geplak, Simbol Silaturahmi dalam Pernikahan Betawi

Sonia Basoni - detikFood
Kamis, 18 Jun 2026 17:00 WIB
Foto: Site Culinary/Visual
Jakarta -

Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta yang diperingati pada 22 Juni 2026, banyak kuliner khas Betawi kembali menjadi sorotan. Salah satunya kue geplak.

Selain kerak telor, soto Betawi, hingga dodol, Jakarta juga memiliki beragam jajanan tradisional yang menyimpan sejarah menarik. Sayangnya, tidak semua kuliner tersebut masih mudah ditemukan.

Salah satu yang mulai langka adalah Kue Geplak Betawi. Kue bercita rasa manis gurih ini dulunya cukup dikenal sebagai bagian dari tradisi masyarakat Betawi, terutama dalam acara hantaran pernikahan.

Kini keberadaannya semakin jarang terlihat di pasar maupun sentra kuliner Betawi. Dilansir dari situs Kebudayaan Betawi dan Indonesia Kaya (18/06/2026), berikut lima fakta dan sejarah Kue Geplak Betawi yang menarik untuk diketahui.


1. Kue Geplak Mulai Langka

Kue Geplak khas Betawi Foto: Margopost

Di tengah maraknya makanan modern, Kue Geplak menjadi salah satu jajanan tradisional Betawi yang mulai sulit ditemukan. Popularitasnya kalah dibandingkan kerak telor, roti buaya, atau dodol Betawi yang masih sering muncul dalam berbagai festival budaya Jakarta.

Kue Geplak merupakan bagian dari kekayaan kuliner Betawi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nama Geplak sendiri berasal dari proses pembuatannya, yakni adonan yang dipadatkan atau ditepuk-tepuk menggunakan tangan saat masih panas.


2. Berbahan Tepung Beras dan Kelapa Sangrai

Ilustrasi kelapa sangrai. Foto: iStock

Kue Geplak Betawi dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan. Bahan utamanya berupa tepung beras sangrai dan kelapa parut sangrai. Beras yang digunakan biasanya bertekstur agak pera, kemudian digiling hingga menjadi tepung sebelum disangrai sampai harum.

Setelah itu, tepung beras dicampur dengan kelapa parut yang juga telah disangrai. Kombinasi kedua bahan tersebut menghasilkan aroma khas yang menjadi ciri utama Kue Geplak.

Meski terlihat sederhana, perpaduan tepung beras dan kelapa sangrai menciptakan tekstur lembut sekaligus padat. Cita rasanya pun khas, menghadirkan sensasi gurih alami dari kelapa yang berpadu dengan rasa manis dari campuran gula.

3. Pakai Larutan Gula untuk Rasa dan Tekstur

Kue Geplak khas Betawi Foto: Site Culinary/Visual

Keunikan lain Kue Geplak terdapat pada proses penyatuan adonannya. Tepung beras dan kelapa sangrai dicampur menggunakan larutan gula yang terbuat dari gula pasir dan gula merah. Larutan tersebut berfungsi sebagai perekat sekaligus pemberi rasa manis.

Setelah tercampur rata, adonan kemudian dikepal dan dipadatkan hingga membentuk kue. Hasil akhirnya berupa kue berwarna putih kecokelatan dengan rasa manis, gurih, dan legit.

Teksturnya padat, tetapi tetap lembut saat disantap. Karakter inilah yang membuat Kue Geplak berbeda dari banyak jajanan pasar lainnya.




(sob/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork