×
Ad

Kini Jadi Warisan Budaya, Tongseng Battembat Berawal dari Sisa Daging Jagal

Bima Bagaskara - detikFood
Jumat, 12 Jun 2026 12:30 WIB
Foto: Getty Images/Mishael Sterling
Jakarta -

Tongseng Battembat masuk sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) tahun 2026 yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Apa itu tongseng Battembat?

Bagi warga Cirebon, terutama di kawasan Battembat dan Plered, kuliner ini bukan sekadar pengganjal perut. Semangkuk tongseng yang hangat menyimpan jejak sejarah menarik.

Tongseng Battembat berasal dari Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Daerah ini sejak lama tersohor sebagai salah satu sentra perdagangan dan penyembelihan sapi di wilayah Cirebon.

Dari denyut ekonomi itulah lahir sebuah kuliner yang kini resmi masuk dalam daftar warisan budaya Jawa Barat. Tokoh budaya Cirebon, Chaidir S. Susilaningrat, menilai keberadaan Tongseng Battembat memang memiliki akar sejarah yang kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.

"Tongseng Battembat itu memang kuliner khas yang sudah lama dikenal masyarakat, terutama di daerah Battembat yang dulu masuk wilayah Cirebon Barat. Daerah itu sejak dulu menjadi pusat penyembelihan sapi, banyak jagal sapi di sana," ucap Chaidir saat berbincang dengan detikJabar, Minggu (7/6/2026).

"Dari situlah muncul kreativitas masyarakat dalam mengolah bagian-bagian sisa daging sapi menjadi masakan tongseng," sambungnya.

Berawal dari pemanfaatan daging sisa

Ilustrasi tongseng. Foto: Gemini AI

Menurut Chaidir, keberadaan tongseng di Battembat lahir dari kecerdikan masyarakat dalam memanfaatkan bagian-bagian daging yang tidak masuk kategori utama untuk dijual.

Jika bagian tertentu digunakan untuk bistik atau olahan premium lainnya, bagian yang tersisa kemudian diolah dengan racikan rempah menjadi hidangan yang lezat dan bernilai ekonomi.

Tradisi kuliner semacam itu bukan sesuatu yang asing dalam sejarah gastronomi Nusantara. Banyak makanan legendaris lahir justru dari kemampuan masyarakat mengolah bahan sederhana menjadi sajian yang digemari lintas generasi.

Pengaruh budaya kuliner Arab

Meski secara nasional tongseng lebih identik dengan Jawa Tengah, khususnya Boyolali dan Solo, Chaidir menilai kemunculan Tongseng Battembat merupakan bagian dari perjalanan budaya yang berbeda.

"Kalau bicara sejarah gastronomi Indonesia, memang tongseng lebih dikenal sebagai makanan khas Jawa Tengah. Tapi faktanya Cirebon juga memiliki Tongseng Battembat yang sudah lama berkembang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Cirebon juga memiliki tradisi kuliner tongseng yang khas," ujarnya.

Lebih jauh, Chaidir melihat keberadaan Tongseng Battembat sebagai hasil akulturasi budaya yang selama berabad-abad membentuk identitas Cirebon sebagai kota pelabuhan.

Menurutnya, tongseng memiliki keterkaitan dengan pengaruh budaya Arab yang datang melalui jalur perdagangan di pesisir utara Jawa. Kebiasaan mengonsumsi daging, terutama kambing, diperkenalkan oleh para pedagang Arab yang singgah di Nusantara.

Tradisi tersebut kemudian berpadu dengan kekayaan rempah-rempah lokal yang dimiliki masyarakat Indonesia.

"Konon tongseng merupakan hasil akulturasi budaya Arab. Orang Arab memiliki tradisi mengonsumsi daging kambing, kemudian kebiasaan itu berkembang di masyarakat lokal. Yang membedakan adalah penggunaan rempah-rempah Nusantara yang sangat kaya. Jadi bahan dan tradisinya mendapat pengaruh luar, tetapi cita rasanya dibentuk oleh kekayaan bumbu lokal," tutur Chaidir.



Simak Video "Video: Rendang akan Diusulkan ke UNESCO"


(raf/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork