Kasus kematian satu keluarga di Mumbai, India, menjadi perhatian setelah empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam waktu kurang dari 24 jam usai mengonsumsi semangka. Begini kronologinya.
Insiden ini terjadi setelah keluarga tersebut menyantap nasi biryani bersama kerabat pada malam hari, sebelum kemudian hanya mereka berempat yang melanjutkan dengan makan semangka beberapa jam kemudian.
Dilansir dari Mothership (30/04/2026), menurut laporan kepolisian setempat, keluarga ini melangsungkan acara makan malam sekitar pukul 22.30 waktu setempat pada 25 April.
Kerabat lain yang ikut menyantap nasi biryani tidak mengalami gejala apa pun. Namun, sekitar pukul 01.00 dini hari, keluarga yang terdiri dari dua anak perempuan dan kedua orang tuanya mengonsumsi buah semangka.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 05.30, keempatnya mulai mengalami gejala serius seperti muntah, diare, serta kondisi tubuh yang terus memburuk dengan cepat.
Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Anak perempuan termuda dari keluarga tersebut yang baru berusia 12 tahun dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 10.30 pagi. Disusul sang kakak berusia 16 tahun dan ibu mereka pada siang hari, sementara sang ayah berusia 44 tahun meninggal pada malam harinya.
Kasus ini menimbulkan tanda tanya di kalangan tenaga medis. Dokter di Rumah Sakit Sir JJ menyebut kecil kemungkinan semangka, bahkan dalam kondisi tidak segar sekalipun, dapat menyebabkan penurunan kondisi kesehatan yang begitu cepat dan fatal.
Salah satu dokter yang terlibat dalam penanganan menyatakan bahwa kemungkinan adanya kontaminan atau zat tambahan lain masih perlu diselidiki lebih lanjut.
Para dokter di rumah sakit tersebut juga menegaskan bahwa kasus ini tidak sesuai dengan pola umum keracunan makanan.
"Keracunan makanan biasanya tidak menyebabkan penurunan kondisi yang sangat cepat dan parah seperti ini," ungkap salah satu dokter senior yang menangani kasus ini.
Ia menambahkan bahwa kondisi yang memburuk dengan cepat, tingkat keparahan, serta fakta bahwa seluruh anggota keluarga terdampak tidak sesuai dengan kasus penyakit akibat makanan pada umumnya.
Para dokter juga menyebut kemungkinan adanya zat beracun atau bahan kimia sebagai penyebab lain. Saat dibawa ke rumah sakit, keempat pasien dilaporkan berada dalam kondisi setengah sadar. Penurunan fungsi saraf yang cepat dinilai lebih mengarah pada paparan zat eksternal yang kuat.
Saat ini, otoritas setempat masih melakukan penyelidikan. Hasil autopsi sudah dilakukan, namun penyebab pasti kematian masih menunggu laporan forensik lanjutan. Sampel semangka yang dikonsumsi juga telah diambil untuk diuji di laboratorium.
Meski demikian, sejumlah dokter mengingatkan bahwa semangka pada umumnya aman untuk dikonsumsi. Mereka tetap mengimbau orang-orang untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan guna mencegah risiko kesehatan.
Simak Video "Video: Kepala BGN Setop SPPG di Bogor Buntut Kasus Keracunan Massal MBG"
(sob/sob)