Menyimpan pisang ada triknya agar awet segar. Cuma modal cara sederhana ini, kamu bisa memperpanjang masa simpan pisang dengan kualitas optimal. Cobain yuk!
Pisang menjadi salah satu buah yang paling banyak dikonsumsi karena praktis dan rasanya manis. Namun, buah ini juga dikenal cepat matang dan mudah berubah warna menjadi cokelat dalam waktu singkat. Akibatnya, tidak sedikit pisang yang akhirnya terbuang karena terlalu lembek sebelum sempat dimakan.
Melansir Reader's Digest (23/3), ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memperpanjang masa simpannya. Salah satu cara yang cukup efektif adalah dengan menggantung pisang, bukan meletakkannya begitu saja di meja. Cara ini membantu mengurangi tekanan pada buah sehingga tidak mudah memar.
Selain itu, pisang menghasilkan gas etilen dari bagian batang yang mempercepat proses pematangan. Dengan posisi menggantung, penyebaran gas tersebut menjadi lebih merata dan tidak terlalu terfokus pada satu titik.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah memilih pisang yang masih berwarna hijau saat membeli. Pisang umumnya dipanen sebelum matang dan akan terus mengalami proses pematangan setelah dibeli.
Jika memilih pisang yang sudah kuning sempurna, waktu simpannya akan jauh lebih singkat. Sebaliknya, pisang yang masih hijau memberi waktu lebih lama sebelum akhirnya matang dan siap dikonsumsi.
Trik sederhana yang cukup populer adalah membungkus bagian batang pisang dengan plastik atau aluminium foil. Bagian ini merupakan sumber utama keluarnya gas etilen. Dengan membungkusnya, pelepasan gas dapat diperlambat sehingga proses pematangan tidak berlangsung terlalu cepat.
Untuk hasil yang lebih maksimal, batang pisang bahkan bisa dibungkus satu per satu setelah dipisahkan dari tandannya.
Konsultan ilmu pangan, Ed McCormick, dan ilmuwan kuliner, Jessica Gavin, menjelaskan alasan di balik efektivitas cara ini.
"Etilen bertindak sebagai sinyal komunikasi antar buah. Ketika terakumulasi, ia mempercepat pematangan," kata McCormick.
Dalam seikat pisang, gas itu menjadi siklus yang saling memperkuat pematangan satu pisang, mempercepat pematangan pisang di sebelahnya. Namun, Gavin menambahkan, "Ketika Anda membungkus batangnya, Anda memperlambat seberapa cepat gas itu mencapai bagian buah lainnya."
Paparan etilen yang lebih sedikit berarti penurunan kualitas yang lebih lambat. "Dengan sirkulasi etilen yang lebih sedikit, pisang tidak menjadi manis dan lunak dengan cepat. Membungkus batang pisang tidak akan menghentikan pematangan sepenuhnya, tetapi dapat memberikan waktu tambahan beberapa hari sebelum pisang mulai menjadi cokelat dan lembek," pungkas Gavin.
(adr/adr)