Kisah Chef Tanpa Tangan yang Tak Menyerah, Tembus MasterChef India!

Kisah Chef Tanpa Tangan yang Tak Menyerah, Tembus MasterChef India!

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Kamis, 09 Apr 2026 13:00 WIB
Kisah Chef Tanpa Tangan yang Tak Menyerah, Tembus MasterChef India!
Foto: Time Wow News
Jakarta -

Kisah inspiratif datang dari dunia kuliner. Seorang chef tanpa tangan tetap bisa memasak berbagai hidangan dan bahkan menarik perhatian publik lewat kemampuannya di dapur.

Melansir Times of India (6/4), chef tersebut bernama Ratna Bahadur Tamang, yang berasal dari desa Pachmure, Nepal. Sejak muda, ia sudah terbiasa bekerja keras. Mulai dari bekerja di penggilingan padi hingga menjadi asisten dapur di hotel.

Ia juga sempat merantau ke India dan negara lain untuk bekerja di berbagai bidang sebelum akhirnya kembali ke dunia kuliner. Pada usia 15, Ratna Bahadur Tamang sempat bekerja di kios dan warung makan sambil mempelajari masakan khas India selatan dan bekerja sebagai juru masak di Mumbai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan besar dalam hidupnya terjadi pada tahun 2015. Saat bekerja sebagai tukang las di Kathmandu, ia mengalami kecelakaan akibat sengatan listrik tegangan tinggi.

Insiden tersebut membuatnya kehilangan kedua tangan dan harus menjalani serangkaian operasi. Setelah kejadian itu, ia dihadapkan pada pilihan sulit dalam hidupnya. Namun, ia memilih untuk tetap melanjutkan hidup dan kembali mengejar passion di bidang memasak.

ADVERTISEMENT

Ia bahkan belajar memasak kembali secara mandiri meski tanpa tangan. Untuk bertahan hidup, Ratna sempat berjualan pakaian sebelum akhirnya mulai membagikan konten memasak di media sosial. Dari sana, ia mulai mendapatkan perhatian publik dan memiliki banyak pengikut, dengan jumlah 137 ribu followers Instagram dan 118 ribu subscribers YouTube.

Aktivitas ini kemudian menjadi sumber penghasilan sekaligus sarana berbagi inspirasi. Namanya semakin dikenal setelah tampil di ajang MasterChef India musim ke-10 pada 2026. Penampilannya menarik perhatian juri dan penonton karena kemampuan memasaknya yang tetap presisi meski dalam kondisi terbatas.

Momen tersebut menjadi titik balik penting dalam perjalanan hidupnya. Tidak hanya fokus pada karier pribadi, Ratna juga memiliki tujuan sosial, yaitu rencana untuk membangun ruang belajar memasak bagi orang-orang dengan kondisi serupa dengan nama Ratna Tamang Kitchen Studio. Selain itu, ia juga ingin menjalankan program berbagi makanan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kisah Ratna menunjukkan bahwa memasak bukan hanya soal teknik, tetapi juga tentang ketekunan dan semangat. Dengan keterbatasan yang dimiliki, ia justru mampu membuktikan bahwa tekad dapat membuka peluang baru. "Peran saya bukanlah untuk meniru apa yang orang lain lakukan dengan baik, tetapi untuk memperluasnya, dan untuk membuka pintu bagi mereka yang mungkin tidak akan menemukan jalan masuk," ujar Ratna Tamang.

(adr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads