Kasus pencurian makanan berskala besar ternyata tak hanya menimpa KitKat saja. Beberapa tahun terakhir banyak kasus pencurian makanan bernilai ratusan miliar rupiah!
Belakangan ini kasus hilangnya12 ton cokelat KitKat dalam pengiriman dari Italia ke Polandia menjadi topik perbincangan hangat. Insiden yang melibatkan produk dari Nestlé tersebut bukan sekadar kejadian unik, melainkan bagian dari tren kejahatan terorganisasi yang kian meningkat secara global.
Pelaku pencurian makanan kini tidak hanya menyasar makanan ringan, tetapi juga berbagai bahan pangan bernilai tinggi. Ditambah modus penipuan atau pencurian yang semakin mulus dan canggih, yang menambah kerugian besar dari produsen makanan sampai penjual makanan.
Dilansir dari Fox News (08/04/2026), berikut enam kasus pencurian makanan bernilai miliaran rupiah yang pernah terjadi di berbagai negara.
1. Pencurian Sirup Maple Ribuan Ton di Kanada
Kasus pencurian makanan berskala besar pernah terjadi di Quebec, Kanada, pada 2011 hingga 2012. Dalam peristiwa ini, pelaku berhasil mencuri hampir 3.000 ton sirup maple dari cadangan global yang dikelola pemerintah setempat. Nilai kerugian ditaksir mencapai 18,7 juta USD atau sekitar Rp 318 miliar.
Modus yang digunakan tergolong rapi, yakni mengganti isi tong sirup dengan air agar tidak terdeteksi saat pemeriksaan rutin. Aksi ini diduga melibatkan orang dalam sehingga pelaku mengetahui sistem distribusi. Kasus tersebut menjadi salah satu pencurian makanan terbesar di dunia dan bahkan pernah menginspirasi jalan cerita serial televisi 'The Sticky' (2024) yang tayang di Amazon Prime.
2. Aksi Pencurian 5 Ton Nutella di Jerman
Pada 2013, pencurian tak biasa terjadi di Bad Hersfeld, Jerman. Pelaku berhasil membawa kabur lebih dari lima ton Nutella dari sebuah gudang dalam operasi malam hari. Total kerugian diperkirakan mencapai 20 ribu USD (Rp 340 juta).
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 6.875 toples besar Nutella. Menariknya, kejadian ini bukan satu-satunya kasus di wilayah tersebut.
Beberapa waktu sebelumnya, pengiriman kopi senilai 30 ribu USD (Rp 510 juta) juga hilang, disusul pencurian minuman energi pada tahun sebelumnya.
3. Pencurian Pistachio Rp 2,9 Miliar di California
Kasus lain terjadi di Tulare County, California, Amerika Serikat, pada 2021 silam. Seorang pria ditangkap setelah diduga mencuri sekitar 19 kg pistachio dari sebuah perusahaan. Nilai kerugian mencapai 170 ribu USD (Rp 2,9 miliar).
Pencurian ini terungkap saat perusahaan menemukan selisih stok dalam audit rutin. Menurut aparat setempat, kacang pistachio kerap menjadi target pencurian karena mudah dijual kembali dan sulit dilacak setelah keluar dari kemasan aslinya. Pelaku diketahui tengah memindahkan kacang dari karung besar ke kemasan kecil saat akhirnya ditangkap.
Simak Video "Unik! Cokelat Telur Paskah Bertema Olahraga Jelang Olimpiade Paris"
(sob/adr)