Pencurian 12 ton cokelat bikin perusahaan KitKat jadi taruma. Kini truk pengantar KitKat dikawal dengan 'bodyguard' khusus, layaknya pejabat penting.
Kasus pencurian dan tindak kriminalitas meninggalkan trauma yang tinggi. Bahkan untuk sebuah perusahaan besar sekalipun, keamanan pastinya akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Aksi pencurian besar-besaran terhadap cokelat KitKat baru-baru ini begitu disoroti. Bukan cuma karena jumlahnya yang fantastis, tetapi dampaknya sampai membuat perusahaan KitKat meningkatkan keamanan kelas tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian bermula ketika sebuah truk yang membawa lebih dari 400 ribu batang KitKat, setara sekitar 12 ton cokelat, raib saat perjalanan dari Italia menuju Polandia. Truk tersebut dilaporkan tidak pernah sampai ke tujuan, dan hingga kini baik kendaraan maupun muatannya masih belum ditemukan.
Baca juga: Tak Selalu Mulus, 6 Bisnis Makanan Ini Berakhir Pecah Kongsi
Akibat pencurian KitKat, perusahaan Nestle tingkatkan keamanan penjagaan. Foto: The Star |
Dilansir dari Wales Online, (10/4/2026), pihak produsen KitKat di bawah perusahaan NestlΓ© tidak hanya fokus pada investigasi. Mereka juga meningkatkan sistem keamanan pengiriman dengan cara yang tidak biasa.
Truk yang bertugas untuk mendistribusikan KitKat kini diantar bersama iring-iringan 'bodyguard', dengan penjagaan khusus yang ketat. Bahkan toko-toko resmi milik KitKat juga dijaga lebih ketat dari biasanya.
Di beberapa wilayah seperti Kanada, truk pengangkut KitKat dikawal oleh SUV layaknya iring-iringan pejabat penting. Aksi ini sontak menarik perhatian banyak orang karena terlihat kontras dengan barang yang sebenarnya hanya berupa cokelat.
Walaupun tampaknya berlebihan, tujuan penjagaan ini semata-mata untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. Kasus ini kemudian juga digunakan oleh pihak perusahaan sebagai cara berkomunikasi dengan pelanggannya lebih dekat.
Baca juga: Unik! Resto Burger di Jaksel Ini Punya Menu Little Sliders yang 'Gemoy'
Bahkan pengantarannya kini dikawal ketat dengan convoy mobil bodyguard. Foto: Wales Online |
Sebelumnya, pihak Nestle juga sudah meminta bantuan. Bukan kepada pihak berwajib, melainkan para konsumen yang sering membeli produk KitKat buatan mereka.
Pihak perusahaan memprediksi bahwa cokelat yang hilang mungkin saja dijual dalam pasar resmi maupun pasar gelap. Sampai-sampai diciptakan aplikasi tracker atau pelacak, untuk mengenali identitas dari nomor produksi cokelat yang hilang.
Nantinya pelanggan yang membeli KitKat, terutama dari toko reseller, bisa memasukkan nomor produksi untuk mengetahui apakah cokelat yang dibeli termasuk batch atau kelompok produksi yang hilang dicuri atau bukan.
Hingga saat ini pihak Nestle menyebut hilangnya 12 ton KitKat tidak akan berdampak pada peredaran cokelat tersebut di pasaran. Cokelat-cokelat yang nantinya mungkin akan ditemukan juga dipastikan aman untuk dikonsumsi.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN