Tidak semua makanan dibuat dari bahan yang bisa dibayangkan orang. Di berbagai negara, ada produk makanan dan minuman yang justru diolah dari kotoran hewan.
Beberapa makanan ini tidak menggunakan kotoran hewan mentah, tetapi kebanyakan dihasilkan dari proses alami di dalam tubuh hewan atau yang mengandung kotoran.
Meski terdengar tidak biasa, beberapa di antaranya bahkan dikenal sebagai produk premium dengan harga tinggi.
Proses pembuatan makanan dan minuman ini umumnya melibatkan fermentasi alami yang terjadi di dalam sistem pencernaan hewan. Jadi meski terdengar kontroversial, makanan yang mengandung kotoran hewan ini sebenarnya cukup aman dikonsumsi.
Dilansir dari Hello Toushy (31/03/2026), berikut lima makanan dan minuman yang dikenal dibuat dari kotoran hewan:
1. Kopi Luwak
Kopi luwak merupakan salah satu kopi termahal di dunia yang berasal dari Indonesia. Kopi ini dibuat dari biji kopi yang dimakan oleh hewan luwak, kemudian dikeluarkan kembali bersama kotorannya.
Biji kopi tersebut kemudian dibersihkan, diproses, dan disangrai seperti kopi pada umumnya. Proses pencernaan di dalam tubuh luwak disebut-sebut membuat rasa kopi menjadi lebih lembut dan tidak terlalu pahit.
Karena prosesnya yang unik dan jumlahnya terbatas, harga kopi luwak bisa sangat mahal. Di pasar internasional, kopi ini bahkan pernah dijual dengan harga ratusan dolar per kilogram, sekitar 700 USD (Rp 11,9 juta).
2. Teh Hijau dari Kotoran Panda
Selain kopi, ada juga minuman lain yang berkaitan dengan kotoran hewan, yaitu teh hijau dari kotoran panda. Produk ini berasal dari China dan dikembangkan oleh seorang pengusaha yang memanfaatkan kotoran panda sebagai pupuk untuk tanaman teh.
Kotoran panda dipercaya masih mengandung nutrisi karena panda hanya mencerna sebagian kecil makanan yang dimakannya. Karena itu, tanaman teh yang ditanam menggunakan pupuk tersebut dianggap memiliki kualitas lebih baik.
Teh ini kemudian dijual sebagai produk premium oleh salah satu pengusaha teh ternama bernama An Yashi, dengan harga yang sangat tinggi dan menarik perhatian banyak orang.
3. Sosis dengan Bakteri dari Kotoran Bayi
Produk berikutnya mungkin terdengar lebih tidak biasa dan cukup ekstrem, yaitu sosis yang dibuat dengan bantuan bakteri dari kotoran bayi. Namun sebenarnya, sosis ini tidak mengandung kotoran secara langsung.
Yang digunakan adalah bakteri yang terdapat di dalam kotoran bayi dan berfungsi sebagai probiotik. Bakteri tersebut digunakan dalam proses fermentasi, yang memang menjadi salah satu tahap penting dalam pembuatan sosis.
Dengan adanya bakteri tersebut, sosis dapat memiliki tekstur dan rasa yang khas. Selain itu, bakteri probiotik juga dipercaya baik untuk kesehatan pencernaan.
Simak Video "Melawan Dampak Buruk Polusi Udara dengan Teh Hijau"
(sob/sob)