Potong Sapi Jelang Puasa, Ini Tradisi Meugang Khas Aceh
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Ramadan di Aceh selalu disambut dengan tradisi unik yang sarat makna. Salah satunya adalah Meugang, momen istimewa menjelang bulan puasa.
Tradisi ini identik dengan penyembelihan sapi atau kerbau. Dagingnya diolah menjadi hidangan khas dan dinikmati bersama keluarga.
Bagi masyarakat Aceh, Meugang bukan sekadar soal makan enak. Ada nilai kebersamaan, syukur, dan persiapan batin menyambut Ramadan.
Hingga kini, Meugang tetap lestari dan dinantikan setiap tahun. Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah fakta menarik di balik tradisi khas Aceh ini:
1. Tradisi sejak abad ke-15
Para pedagang dan peternak melakukan transaksi jual beli sapi dan kerbau di Pasar Hewan Sibreh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (19/2/2025). Menurut pedagang jumlah hewan yang di pasarkan untuk kebutuhan tradisi meugang menyambut Ramadhan di pasar hewan itu meningkat mencapai 600 ekor dari sebelumnya kisaran 300 ekor dengan harga penawaran mulai dari terendah Rp9,5 juta hingga Rp75 juta per ekor. ANTARA FOTO/Ampelsa/Spt. Foto: ANTARA FOTO/AMPELSA |
Meugang adalah tradisi masyarakat Aceh menyambut Ramadan dengan menyembelih sapi atau kerbau. Tradisi ini diperkirakan sudah ada sejak sekitar tahun 1400 Masehi.
Awalnya, daging hasil sembelihan dibagikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Tujuannya agar semua lapisan warga bisa menikmati hidangan daging jelang Ramadan.
Hingga kini, Meugang masih dilestarikan dan dilakukan tiga kali setahun, yaitu menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
2. Simbol kebersamaan dan solidaritas sosial
Meugang tak sekadar soal makan daging, tetapi juga mempererat hubungan sosial. Masyarakat saling berbagi dan berkumpul bersama keluarga besar.
Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi. Banyak keluarga pulang kampung demi merayakan Meugang bersama.
Nilai gotong royong tampak dari proses memasak hingga pembagian daging. Semua dilakukan bersama-sama tanpa membedakan status sosial.
3. Harga daging melonjak jelang Meugang
Meugang, tradisi Aceh sambut Ramadan dengan makan daging bersama keluarga (Agus Setyadi/detikcom) Foto: Meugang, tradisi Aceh sambut Ramadan dengan makan daging bersama keluarga (Agus Setyadi/detikcom) |
Menjelang Meugang, harga daging di pasar Aceh biasanya naik signifikan. Permintaan tinggi membuat pasokan cepat habis.
Meski mahal, warga tetap membeli demi menjaga tradisi. Bagi mereka, Meugang adalah momen sakral yang tak boleh dilewatkan.
Pedagang bahkan mempersiapkan stok lebih banyak sejak beberapa hari sebelumnya. Antrean panjang di pasar jadi pemandangan lazim.
4. Menu khas serba daging dan rempah
Daging dari tradisi Meugang diolah menjadi berbagai masakan khas Aceh. Mulai dari gulai, kari, rendang Aceh, hingga asam keueng.
Masakan ini terkenal kaya rempah dengan rasa pedas dan gurih. Aroma bumbu langsung tercium kuat saat proses memasak.
Setiap keluarga punya racikan bumbu andalan. Resep biasanya diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.
5. Makna spiritual jelang Ramadan
Ilustrasi daging sapi. Foto: DC Studio |
Meugang menjadi simbol rasa syukur menyambut bulan suci. Tradisi ini juga menandai persiapan lahir dan batin sebelum berpuasa.
Masyarakat percaya makan bersama menjelang Ramadan membawa keberkahan. Suasana hangat keluarga menjadi inti perayaannya.
Nilai religius dan budaya berpadu kuat dalam Meugang. Inilah yang membuat tradisi ini terus dijaga hingga kini.
(raf/adr)
-
Sayur3 Resep Lauk Ketupat Betawi yang Lezat dan Mudah Buatnya!
-
DagingResep Sei Reuboh Khas Aceh yang Gurih Mantap dan Mudah Dibuat
-
AyamResep dan Cara Membuat Opor Ayam Lebaran Sederhana
-
Sayur3 Resep Jengkol Khas Sumatra yang Lezat Untuk Lauk Ketupat



