Filipina dinobatkan sebagai negara eksportir pisang terbesar kedua di dunia. Jumlahnya mendapat 2,93 juta metrik ton.
Filipina mendapat sorotan dunia. Salah satu negara di Asia Tenggara ini dilaporkan mengalami peningkatkan hasil produksi secara khusus pada pisang.
Dilansir dari Inquirer.net, (2/2/2026), Filipina tercatat sebagai eksportir pisang terbesar kedua di dunia selama tahun 2025. Laporan tersebut secara resmi dirilis oleh Food and Agriculture Organization (FAO).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan itu, pengiriman pisang dari Filipina meningkat hampir 26 persen menjadi sekitar 2,93 juta metrik ton pada tahun 2025. Jumlahnya naik signifikan dibandingkan dengan ekspor pada 2024 sekitar 2,33 juta metrik ton.
Per 2025, Filipina dilaporkan mengalami peningkatan hasil produksi pisang. Foto: Getty Images/iStockphoto/ |
Peningkatan ini berhasil mendorong perekonomian di Filipina. Bahkan diprediksi Filipina akan berhasil menggeser negara-negara pesainya seperti Guatemala dan Costa Rica.
Kini posisi Filipina tepat di bawah Ekuador. Ekuador sendiri sudah dikenal sebagai negara eksportir pisang terbesar di dunia yang pasokannya sangat dibutuhkan.
Pertumbuhan ekspor ini tidak hanya angka statistik semata, tetapi mencerminkan pemulihan sektor pertanian Filipina. Sebelumnya, Filipina pada beberapa tahun lalu mengalami tekanan dari hama, penyakit tanaman, dan kondisi iklim yang tidak menentu.
Salah satu tantangan utama adalah serangan Fusarium wilt tropical race 4 (TR4). Serangan penyakit jamur tersebut mengganggu pertumbuhan pisang dengan menyumbat sistem vaskular tanaman.
Baca juga: Punya 3 Gelar Sarjana, Pria Ini Lebih Pilih Budidaya Jamur
Bahkan kini angkanya sudah menunjukkan Filipina sebagai eksportir pisang terbesar kedua di dunia. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2 |
Penyakit ini telah mempengaruhi banyak perkebunan, terutama varietas Cavendish, yang diandalkan pertanian Filipina. Hingga akhirnya secara khusus wilayah Cagayan Valley mendapat investasi besar untuk produksi organik, pupuk, dan seluruh kebutuhan produksi pertanian.
Pencapaian tersebut membuat Filipina menduduki peringkat tertinggi sebagai eksportir pisang terbesar di Asia Tenggara bahkan Asia. Bahkan pisang-pisang dari Filipina kualitasnya sudah diakui oleh pasar Jepang dan Cina.
Dua negara di Asia tersebut mengandalkan Filipina sebagai pemasok pisang mereka. Sementara Indonesia masih berada jauh tertinggal.
Sebanyak 9 juta ton per tahun hasil produksi pisang Indonesia masih dikonsumsi di dalam negeri. Menurut data FAO 2023, jumlah yang mampu diekspor Indonesia hanya 0,27% dari total produksi pisang nasional yaitu sekitar 24.000 - 25.000 ton saja.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN