Punya 3 Gelar Sarjana, Pria Ini Lebih Pilih Budidaya Jamur

Punya 3 Gelar Sarjana, Pria Ini Lebih Pilih Budidaya Jamur

Diah Afrilian - detikFood
Selasa, 03 Feb 2026 16:00 WIB
Punya 3 Gelar Sarjana, Pria Ini Lebih Pilih Budidaya Jamur
Foto: Vietnam.vn
Jakarta -

Punya beberapa gelar sarjana, pria ini tinggalkan karir di kota besar. Tak disangka ia justru sukses membudidayakan jamur.

Setiap orang memiliki pilihan dalam hidupnya sendiri. Ada yang berlomba mengejar pendidikan maupun karir yang mapan.

Sementara sebagian lainnya justru fokus pada menantang batas dan kemampuan dirinya sendiri. Seperti kisah seorang pria asal Vietnam, misalnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari laman Vietnam.vn, (1/2/2026), Nguyen Tien Dat, pria asal Can Tho, Vietnam adalah lulusan dengan tiga gelar universitas dari bidang yang berbeda. Namun Dan memiliki pilihan lain untuk jalan hidupnya.

ADVERTISEMENT
Punya 3 Gelar Sarjana, Pria Ini Lebih Pilih Budidaya JamurPunya tiga gelar sarjana, pria ini pilih alih profesi budidaya jamur. Foto: Vietnam.vn

Alih-alih bekerja di kota besar, Dat memilih kembali ke kampung halamannya untuk membangun usaha budidaya jamur rayap hitam. Keputusan ini sempat dianggap pilihan buruk, namun malah mengantarkannya pada kesuksesan.

Dat mengantongi latar belakang pendidikan di bidang teknik otomasi, pertanian teknologi tinggi, dan manajemen bisnis. Ia juga sempat bekerja di perusahaan pestisida.

Pengalaman kerjanya yang membuat Dat tertarik untuk memulai usaha sendiri yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi. Ia melihat prospek pasar yang tinggi dari jamur rayap hitam.

ada awal 2024, Dat memulai budidaya dengan sekitar 500 substrat jamur. Hasil panen awal belum maksimal, bahkan sempat berada di bawah standar produksi yaitu hanya 100 gram per substrat.

Punya 3 Gelar Sarjana, Pria Ini Lebih Pilih Budidaya JamurMenerapkan teknologi pertanian modern, ia sukses memajukan kampung halamannya melalui produksi jamur rayap hitam. Foto: Vietnam.vn

Ia lantas mengevaluasi media tanamnya. Dat terus memperbaiki metode tanam, pengaturan lingkungan, hingga perawatan harian. Salah satu kunci keberhasilannya adalah penerapan teknologi Internet of Things (IoT).

Dat memasang sensor untuk memantau suhu, kelembapan, cahaya, hingga kadar karbondioksida secara real-time. Semua data dikendalikan melalui ponsel, sehingga kondisi ruang budidaya selalu stabil dan optimal untuk pertumbuhan jamur.

Hasilnya pun signifikan. Waktu panen berhasil dipangkas dari 6 bulan menjadi sekitar 4 bulan. Kini dalam sehari Dat bisa memanen 8-10 kilogram jamur segar.

Upaya Dat berbuah manis, ia dianggap berhasil memajukan desanya. Bahkan bisnis budidaya jamur rayap hitamnya sedang diarahkan untuk mendapatkan sertifikasi OCOP sebagai produk lokal unggulan di Vietnam.




(dfl/adr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads