×
Ad

Tak Disangka! 5 Makanan Enak dan Populer Ini Dulunya Makanan Orang Miskin

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 28 Jan 2026 18:30 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Perubahan zaman tidak hanya menggeser selera, tetapi juga makna sebuah makanan. Sejumlah hidangan yang kini identik dengan kemewahan ternyata lahir dari keterbatasan hidup masyarakat miskin.

Awalnya, makanan ini dikonsumsi karena murah, mudah didapat, atau bahkan dianggap tidak bernilai. Namun, kelangkaan, teknologi, dan pencitraan budaya mengubahnya menjadi simbol status sosial.

Contohnya sushi yang dulunya dikenal sebagai menu makanan untuk kelas bawah, kemudian ada tiram yang kini identik dengan sajian mewah dan berkelas padahal dulunya berasal dari makanan kaki lima.

Dilansir dari List Verse (28/01/2026), berikut lima contoh makanan modern populer yang dahulu merupakan makanan rakyat kecil.

1. Sushi

Makan Sushi. Foto: Ilustrasi Getty Images/iStockphoto

Sushi yang kini dikenal sebagai hidangan modern dan juga mahal sebenarnya berakar dari teknik pengawetan ikan di Jepang kuno. Pada masa itu, ikan difermentasi menggunakan nasi untuk menghasilkan asam laktat agar ikan tidak cepat busuk. Nasi tersebut tidak dimakan dan justru dibuang setelah proses fermentasi selesai.

Ikan hasil fermentasi ini dikonsumsi oleh petani dan pekerja desa sebagai sumber protein murah. Memasuki periode Edo, sushi berkembang menjadi makanan jalanan bernama nigiri, yang dijual cepat dan praktis bagi buruh kota.

Sushi saat itu dipandang sebagai makanan kelas bawah. Baru setelah teknologi pendinginan berkembang pasca-perang dunia, sushi naik kelas menjadi sajian premium dengan bahan baku berkualitas tinggi dan penyajian artistik seperti sekarang.

2. Escargot

Escargot Panggang Nikmat Foto: detikFood

Siput darat yang kini menjadi ikon kuliner Prancis ini dulunya adalah makanan darurat bagi petani miskin. Hewan ini mudah ditemukan di kebun anggur dan tidak memerlukan biaya pemeliharaan.

Bagi warga pedesaan, escargot menjadi sumber protein gratis saat hasil ternak dan panen menipis. Pada Abad Pertengahan, siput juga dikonsumsi saat masa puasa karena tidak dikategorikan sebagai daging oleh pihak gereja.

Cara memasak siput ini sebenarnya sederhana dan jauh dari kesan mewah. Transformasi besar terjadi ketika siput atau escargot disajikan dengan mentega, bawang putih, dan peterseli oleh koki istana. Sejak saat itu, siput yang dulu dipungut dari tanah berubah menjadi hidangan elite di restoran kelas atas.

3. Sup Sarang Burung

Konsumsi Sarang Burung, Enak dan Menyehatkan! Foto: Getty Images/LightStock

Sup sarang burung atau dikenal juga dengan nama sup burung walet, merupakan salah satu makanan termahal di dunia, namun awalnya dimanfaatkan secara sederhana oleh masyarakat pesisir di Asia Tenggara.

Menu ini terbuat dari sarang burung walet yang berasal dari air liur burung dan mengeras. Saat itu sarang ini dikumpulkan oleh warga miskin yang tinggal dekat gua-gua terjal. Sarang ini dikonsumsi sebagai sumber nutrisi tambahan dan obat tradisional untuk gangguan pernapasan.

Meski proses pengambilannya berbahaya, sarang burung dianggap sebagai bahan alami yang tersedia gratis di alam. Statusnya berubah drastis ketika hidangan ini masuk ke lingkungan bangsawan Tiongkok. Nilai kesehatan dan kesulitan panen kemudian membangun citra eksklusif dari makanan ini, menjadikannya simbol kemewahan hingga saat ini terutama dalam budaya jamuan tradisional di China.



Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"


(sob/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork