42 Tahun Jual Gorengan, Kini Penjual Gorengan Ini Beromzet Rp 4 Juta Sehari

ADVERTISEMENT

Krenyes Renyah Gorengan Ndeso

42 Tahun Jual Gorengan, Kini Penjual Gorengan Ini Beromzet Rp 4 Juta Sehari

Diah Afrilian - detikFood
Sabtu, 10 Des 2022 15:00 WIB
Gorengan Flamboyan
Foto: detikcom
Jakarta -

Di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan ada penjual gorengan yang legendaris. Mulai berjualan sejak 42 tahun silam, setiap hari omzetnya bisa mencapai Rp 4 juta.

Diminati oleh hampir seluruh kalangan, banyak penjual gorengan yang mudah ditemukan di mana-mana. Bahkan pada kawasan perkantoran pun gorengan menjadi camilan yang paling banyak dicari.

Menjadi pusat perkantoran, kawasan Setiabudi dan Sudirman dipenuhi gedung-gedung perkantoran tinggi. 'Sembunyi' di balik gedung-gedung yang menjulang ternyata ada pedagang gorengan legendaris yang sudah berjualan sejak puluhan tahun silam.

Bermodalkan gerobak berwarna biru, penjual gorengan ini bahkan mengaku sudah melewati enam kali periode pemerintahan yang berbeda. Bernama gorengan Flamboyan, pemiliknya mengatakan dirinya sudah berjalan sejak era kepemimpinan Soeharto.

Detail Informasi
Nama Tempat MakanGorengan Flamboyan
AlamatJalan Flamboyan, Karet Belakang, Setiabudi, Jakarta Selatan.
No Telp-
Jam OperasionalSetiap hari, 15.00 - 01.00 WIB
Estimasi HargaRp 2.000
Tipe KulinerGorengan tradisional
Fasilitas
  • Makan di Tempat
  • Bawa pulang
Gorengan FlamboyanTaufik meneruskan usaha ayahnya yang sudah berjualan gorengan selama 42 tahun. Foto: detikcom

"Sudah mulai jualan dari tahun 1980an. Awal jualan di sini itu dulu bapak saya mulai merantau ke sini bareng Abang saya jualan berdua lalu buka di sini dan ngontrak di daerah sini sampai sekarang jadi jualan di sini," kata Taufik selaku anak pemilik Gorengan Flamboyan kepada detikcom (6/12).

Sehari-harinya Taufik dibantu oleh ayahnya (pemilik Gorengan Flamboyan), bude atau tante dan adik dari ayahnya. Taufik juga menyebutkan bahwa bisnis gorengan ini sudah mengalami kenaikan harga yang signifikan.

"Awalnya pertama kali jualan dari harga Rp 25 tahun 1980an, kalau sekarang harganya sudah Rp 2000 (per buah)," lanjut Taufik.

Walaupun hanya gorengan sederhana tetapi Gorengan Flamboyan menjadi salah satu camilan yang akan dicari oleh seluruh warga sekitar maupun pekerja yang beraktivitas di kawasan Karet dan Setiabudi, Jakarta Selatan. Setiap hari untuk membuat gorengannya Gorengan Flamboyan ini bisa menghabiskan 50 kilogram tepung terigu, 2 jeriken minyak goreng dan puluhan papan tempe.

Jika dihitung-hitung sekitar ratusan gorengan dalam sehari akan terjual. Taufik tak menghitung dengan tepat berapa banyak gorengan yang bisa dijualnya dalam sehari, hanya saja ia memperkirakan omzet yang bisa didapatkan yaitu sekitar Rp 3 - 4 juta per hari dari hanya menjual gorengan.

"Kalau dihitung-hitung omzet per hari bisa sampai 3 atau 4 jutaan. Tetapi gak nentu juga. Kadang bisa lebih kalau lagi rame. Kalau pas corona (semasa PPKM) paling sekitar 2 jutaan, sepi," ungkap Taufik.

Gorengan FlamboyanTak seperti dulu, kini hanya tersisa lima varian gorengan yang dijajakan setiap hari. Foto: detikcom

Taufik menjelaskan bahwa ada perbedaan varian gorengan yang disajikan saat dulu hingga sekarang. Dahulu ada banyak gorengan mulai dari gandasturi hingga singkong. Tetapi kini hanya tersisa lima varian gorengan yang sederhana dan masih tetap digandrungi oleh pelanggan setianya.

"Dulu itu ada banyak jenisnya, sekarang cuma 5 gorengan saja. Ada bakwan tahu, tempe, pisang goreng, pisang molen, yang praktis saja," kata Taufik.

Ternyata ada promosi unik yang dilakukan oleh Gorengan Flamboyan kepada pelanggannya. Taufik mengatakan bahwa gorengannya akan diberikan secara gratis bagi pelanggan yang datang tepat pada hari ulang tahunnya.

Menunjukkan bukti yang valid bahwa mereka benar sedang ulang tahun, Tofik dan ayahnya akan mempersilahkan pelanggan tersebut makan gorengan sepuasnya. "Kalau ada yang ulang tahun juga boleh makan gorengan sepuasnya di sini. Mau ambil berapa pun terserah, silahkan saja. Tapi ini hanya untuk yang ulang tahun ya," lanjut Taufik.



Simak Video "Mesti Coba! Uniknya Rasa Gorengan Buah di Jakarta Pusat"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT