Makan Kangkung Bikin Ngantuk, Mitos atau Fakta?

ADVERTISEMENT

Makan Kangkung Bikin Ngantuk, Mitos atau Fakta?

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Sabtu, 10 Des 2022 11:00 WIB
Resep Tumis Kangkung Bawang Putih
Foto: iStock
Jakarta -

Selama ini beredar anggapan makan kangkung memicu rasa kantuk. Banyak orangpun merasakan efek tersebut. Bagaimana faktanya dari sisi nutrisi?

Kangkung merupakan jenis sayuran populer di Indonesia. Olahan favoritnya, tumis kangkung yang bisa jadi pendamping berbagai hidangan utama. Teksturnya krenyes renyah dengan rasa gurih dari bumbu tumisan yang membalutnya.

Selain enak, kangkung juga punya segudang manfaat sehat. Mengutip Hello Sehat, konsumsi secangkir kangkung yang sudah disiangi (sekitar 56 gram), bisa memenuhi lebih dari setengah kebutuhan vitamin A dan C harian seseorang.

Nutrisi dalam kangkung juga membuat sayuran berdaun hijau ini bagus untuk menjaga kesehatan mata, mencegah diabetes, hingga melawan kerusakan hati. Konsumsi kangkung dianjurkan tak lebih dari 6 jam setelah dimasak.

Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) adalah tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan ditanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair.Konsumsi kangkung kerap dikaitkan dengan efeknya menimbulkan kantuk. Foto: Ari Saputra

Membahas konsumsinya, banyak orang mengaku ngantuk usai makan kangkung. Ternyata hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Mengutip Instagram gizipedia.id (9/6) yang dikelola oleh ahli gizi ini terungkap jika kangkung punya hubungan kuat dengan rasa kantuk. Kangkung disebut memiliki efek sedatif dan depresan.

"Efek sedatif atau sedasi adalah suatu keadaan terjadinya penurunan kepekaan terhadap rangsangan dari luar karena ada penekanan sistem saraf pusat yang ringan," tulis Gizipedia.

Dalam dosis besar, sedatif berfungsi sebagai hipnotik yaitu dapat menyebabkan tidur pulas. Di sini, ada hal yang perlu digarisbawahi yaitu dosis besar.

Lalu soal efek depresan, dalam kangkung ditemukan sedikit sekali kandungan ini. "Obat depresan berfungsi mengurangi aktivitas fungsional tubuh sehingga membuat penggunanya menjadi tenang dan membuat tertidur," kata Gizipedia.

Resep Tumis Kangkung RebonSecara alamiah, kangkung mengandung zat yang memicu kantuk. Foto: iStock

Jadi, kesimpulannya, beberapa zat dalam kangkung memang bisa memberi efek rasa tenang yang memicu kantuk. Anggapan makan kangkung bisa bikin ngantuk adalah benar, bukan omong kosong.

Lantas seberapa besar pengaruhnya? Bila kangkung dimakan dalam porsi makan biasa, maka efek mengantuknya sangat kecil. Tapi jika makan kangkung dalam jumlah banyak atau mengonsumsi pil ekstrak kangkung, barulah terasa efek mengantuknya. Pil dari ekstrak kangkung terbukti memberi efek sedatif setelah 45 menit dikonsumsi.

Dari semua penjelasan ini, kamu tidak perlu khawatir mengantuk hanya karena makan kangkung karena biasanya porsi makan kangkung seseorang terbilang kecil. Namun tak ada salahnya menghindari sarapan kangkung pada hari-hari kamu membutuhkan fokus tinggi.

(adr/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT