Jualan Darah Babi Ilegal, Wanita Ini Didenda Rp 92 Juta

ADVERTISEMENT

Jualan Darah Babi Ilegal, Wanita Ini Didenda Rp 92 Juta

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 09 Des 2022 15:00 WIB
Wanita jualan darah babi ilegal
Foto: Mothership
Jakarta -

Seorang wanita kedapatan menjual dadih darah babi impor secara ilegal. Sebanyak 30 kilogram dadih darah babi itu disita dan ia dikenakan denda senilai Rp 92 juta.

Tak hanya dagingnya saja, darah babi pun banyak disukai orang untuk dikonsumsi. Karenanya darah babi juga banyak diperjualbelikan di pasar, supermarket hingga secara online.

Wanita di Singapura, Yuan Yifan juga menjual dadih darah babi impor secara online. Namun sayang, penjualan tersebut dilakukan secara ilegal, sehingga diamankan oleh Badan Pangan Singapura (SFA).

SFA melakukan operasi pada 21 Januari 2022 di kediaman Yuan. Dari itulah mereka menemukan adanya dadih darah babi milik Yuan sebanyak 30 kilogram yang siap dijual, lapor Mothership (08/12/22).

Baca Juga: Ini 5 Kuliner Ekstrem yang Terbuat dari Darah Babi

Wanita jualan darah babi ilegalWanita jualan darah babi ilegal Foto: iStock

Kepada SFA Yuan mengatakan bahwa dirinya menjual dadih darah babi itu secara online. Hal ini ditentang oleh SFA lantaran menurut mereka produk makanan darah hewan sangat berbahaya.

"Produk makanan darah hewan seperti darah babi dapat dengan mudah mendukung pertumbuhan bakteri dan penyakit," tutur SFA dalam rilis.

Hal tersebut juga berkaitan dengan pengambilan darah yang mungkin tidak higienis, sehingga menyebabkan masuknya patogen bawaan makanan ke dalam produk makanan berbahan darah.

"Selain itu, produk makanan yang diimpor secara ilegal berasal dari sumber yang tidak diketahui dan dapat menimbulkan risiko keamanan pangan," tambah SFA.

Baca Juga: Kenali Istilah Babi dan Alkohol dalam Makanan di Taiwan

Wanita jualan darah babi ilegalWanita jualan darah babi ilegal dan didenda hingga Rp 92 juta. Foto: iStock

Badan keamanan pangan tersebut juga menyoroti bahwa di Singapura makanan impor harus memenuhi persyaratan. Dijelaskan bahwa pangan hanya dapat diimpor oleh importir yang berlisensi.

Selain itu, setiap pengiriman harus dinyatakan dan disertai dengan izin impor yang masih berlaku. Setiap orang yang dinyatakan bersalah karena mengimpor dan menjual produk darah babi secara ilegal dapat didenda maksimal Rp 577 juta.

Tak hanya itu, mereka juga akan ditahan di penjara hingga 2 tahun, atau dikenai keduanya untuk hukuman pertama. Kasus Yuan ini membuat dirinya dikenakan denda hingga Rp 92 juta.

Baca Juga: Menjijikkan Tapi 5 Makanan Ini Populer di Berbagai Negara



Simak Video "Berkeliling ke Pasar Babi yang Populer di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT