Daging Babi Masuk Kategori Alergen pada Produk Makanan Korea

ADVERTISEMENT

Daging Babi Masuk Kategori Alergen pada Produk Makanan Korea

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 11 Nov 2022 11:30 WIB
Produk makanan Korea
Foto: iStock
Jakarta -

Sebelum membeli produk Korea pastikan untuk membaca label kemasan, agar mengetahui kandungan alergen di dalamnya. Termasuk kandungan alergen daging babi.

Alergen adalah bahan pangan atau senyawa yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada individu tertentu yang memiliki hipersensitivitas terhadap senyawa tersebut.

Reaksinya dapat bergejala ringan seperti gatal-gatal pada kulit hingga bergejala serius seperti penyempitan saluran pernapasan hingga menyebabkan kematian.

Karenanya penting untuk untuk membaca label kemasan sebelum membeli suatu produk. Terutama produk dari luar negeri, seperti Korea misalnya. Di Indonesia, label kemasan makanan diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga: Wanita Muslim Ini Tak Sengaja Makan Daging Babi Saat Foto Makanan

Sementara di Korea label kemasan makanan tersebut diatur oleh Ministry of Food and Drug Safety (MFDS). Mengenai regulasi alergen antara Indonesia dan Korea sangat lah berbeda, lapor Halal MUI (03/08/22).

1. Alergen pada Produk Indonesia

Produk makanan KoreaMengenai regulasi alergen antara Indonesia dan Korea sangat lah berbeda. Foto: iStock

BPOM menetapkan bahwa bahan yang menjadi alergen adalah serealia yang mengandung gluten (gandum, rye, barley, oats, spelt, atau strain hibrida), telur, ikan, kerastase (udang, lobster, kepiting, tiram), moluska (kerang, bekicot, atau siput laut).

Kacang tanah, kedelai, susu (termasuk laktosa); kacang pohon (tree nuts) termasuk kacang kenari, almond, hazelnut, walnut, kacang pecan, kacang Brazil, kacang pistachio, kacang Macadamia atau kacang Queensland, kacang mede, dan sulfit dengan kandungan paling sedikit 10 mg/kg.

2. Daging Babi Tergolong Alergen di Korea

Sementara di Korea bahan-bahan yang menjadi alergen adalah daging babi, daging ayam, daging sapi, gurita, buah tomat dan buah peach juga dikategorikan sebagai alergen (MFDS 2016).

Jika suatu produk di Korea mengandung babi maka harus dituliskan di label kemasan, baik alergen tersebut digunakan sebagai bahan maupun bahan merupakan hasil ekstraksi dari bahan alergi.

Biasanya produk yang mengandung alergi daging babi akan dituliskan 돼지 고기 (daging babi). Jika produk tersebut masuk ke pasar Indonesia, maka BPOM akan mempersyaratkan produsen untuk menggunakan simbol babi bertuliskan, "mengandung babi".

Baca Juga: Ditanya Halal atau Tidak, Jawaban Penjual Babi Asap Toraja Ini Bikin Ngakak!



Simak Video "Bikin Laper: Segarnya Kuah Tom Yam Autentik Khas Thailand"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT