Makan Sampai Rp 7 Juta, Pelanggan Kesal Masih Diminta Biaya Tambahan

ADVERTISEMENT

Makan Sampai Rp 7 Juta, Pelanggan Kesal Masih Diminta Biaya Tambahan

Atiqa Rana - detikFood
Selasa, 01 Nov 2022 18:00 WIB
Makan Sampai Rp 7 Juta, Pelanggan Kesal Masih Diminta Biaya Tambahan
Foto: 7NEWS.COM.AU / Cindy Tran
Jakarta -

Rombongan pelanggan ini sudah menghabiskan Rp 7 juta untuk biaya makan malamnya. Namun mereka dibuat marah ketika restoran meminta biaya layanan dan air putih yang dianggap tidak jelas.

Sudah menjadi hal yang lumrah untuk merayakan pesta kecil di sebuah restoran. Meskipun hanya makan-makan biasa, momen tersebut tetap dianggap menyenangkan. Terlebih jika makanan yang dipesan punya rasa yang nikmat.

Namun jika makan di restoran, ada biaya lebih besar yang harus dikeluarkan. Tidak hanya karena pesanan makanan yang banyak, tetapi restoran juga mematok biaya layanan sekaligus tip.

Hal ini memang sudah menjadi risiko pelanggan. Tetapi ada juga restoran yang meminta biaya tambahan dengan alasan kurang jelas, sehingga membuat pelanggan kebingungan. Seperti yang dialami sekelompok orang ini.

Rombongan yang terdiri dari 9 orang tersebut belum lama merayakan pesta dengan makan-makan di salah satu restoran Italia bernama Merivale's Bar Totti's, Sydney, Australia. Mereka memesan 13 makanan pembuka, 6 makanan utama, 4 makanan sampingan dan minuman, lapor 7news.com.au (31/10).

Makan Sampai Rp 7 Juta, Pelanggan Kesal Masih Diminta Biaya TambahanMenu-menu makanan yang dipesan oleh sekelompok orang ini. Menunya komplit mulai dari makanan pembuka hingga makanan pendamping. Foto: 7NEWS.COM.AU / Cindy Tran

Momen makan-makan tersebut dinikmati oleh rombongan ini, sampai pada akhirnya tagihan makan mereka keluar. Dalam bon tagihan, tertulis bahwa mereka diharuskan membayar pesanan makan mencapai $826.75 atau sekitar Rp 8 jutaan.

Tetapi ada hal mengganjal dari bon makan tersebut. Mereka menyadari bahwa restoran meminta biaya tambahan yang dianggap sebagai biaya layanan sebesar $74.45 (Rp 750 ribu), serta tiga botol air mineral berukuran 1 L yang dihargai $30 atau Rp 300 ribu. Totalnya lebih dari Rp 1 juta!

Makan Sampai Rp 7 Juta, Pelanggan Kesal Masih Diminta Biaya TambahanTotal tagihan makan rombongan tersebut. Ada beberapa biaya tambahan yang totalnya sampai Rp 1 juta. Foto: 7NEWS.COM.AU / Cindy Tran

Merasa ada biaya tambahan yang kurang jelas itu, lantas mereka pun mengungkapkan kekesalannya, "Ini keterlaluan, pada dasarnya ini adalah tip yang wajib. Dan untuk apa? Bagaimanapun itu adalah tingkat layanan paling dasar."

Rombongan itu sebenarnya tidak masalah untuk meninggalkan tip, namun biaya tambahan yang ditagih secara tersembunyi itu telah 'merusak' pengalaman bersantap mereka.

Sementara untuk biaya air mineral yang mencapai Rp 300 ribuan itu, salah satu dari rombongan mengungkap bahwa pelayan membawa botol air tanpa adanya klarifikasi. Ternyata pada dasarnya air mineral tersebut juga ditagih dalam bon.

Sebenarnya dalam situs resmi restoran, terdapat ketentuan bahwa rombongan yang terdiri dari 8 atau lebih akan dimintai tambahan 10 persen pada biaya layanan mereka.

Namun, kelompok ini masih tidak terima dengan kebijakan tersebut. Mereka menganggap kebijakan ini tidak adil. "Kami tahu restoran telah banyak berjuang dalam dua tahun terakhir selama pandemi Covid-19, tetapi dikenakan biaya yang terlalu tinggi untuk layanan dan air tanpa penjelasan terlihat sangat tidak adil bagi pelanggan," pungkas salah satu wakil dari kelompok tersebut.

Ini bukan pertama kalinya restoran tercatat mematok biaya air mineral kepada pelanggan. Pada umumnya, restoran mewah di Australia akan menagih biaya tambahan untuk air mineral sebesar kurang lebih $10,50 atau sekitar Rp 100 ribu. Karenanya, jika memang ingin minum air putih di beberapa restoran mewah lebih baik untuk meminta 'Tap Water' atau air keran saja.



Simak Video "Nggak Mau Digetok Harga? Jangan Nginep di Warung Puncak!"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT