Kisah Rice Bowl Ciptaan Mantan Chef dari Australia

ADVERTISEMENT

Rice Bowl Kekinian

Kisah Rice Bowl Ciptaan Mantan Chef dari Australia

Diah Afrilian - detikFood
Sabtu, 27 Agu 2022 12:00 WIB
5
"Porsinya pas! Cita rasa premium yang disajikan sesuai dengan harga yang dibayarkan." - odi
Kisah Rice Bowl Ciptaan Mantan Chef dari Australia
Foto: detikfood
Jakarta -

Sebuah gerai rice bowl ini menyimpan cerita panjang. Chefnya hampir putus asa sebelum kembali bangkit dan membawa ceritanya pada semangkuk rice bowl.

Perjalanan mulus tidak selamanya bisa didapatkan oleh siapapun dan kapanpun. Bahkan bagi mereka yang sudah bekerja keras untuk mendapatkan impiannya belum tentu masa depan yang diraih akan sesuai dengan bayangan di dalam benaknya selama ini.

Hal ini sama seperti yang dialami oleh Vito, seorang pemuda yang mengejar mimpinya hingga ke negeri Kangguru. Vito yang bercita-cita menjadi seorang chef di restoran ternyata harus melalui banyak rintangan yang tak mudah.

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke tanah air dan mewujudkan sendiri mimpi yang begitu diidam-idamkannya. Ide rice bowl kekinian dengan lauk pauk yang punya cita rasa premium akhirnya lahir dari tangannya.

Baca juga: 7 Efek Ini Akan Terjadi Pada Tubuh Saat Kamu Berhenti Minum Kopi

Detail Informasi
Nama Tempat MakanNasta
AlamatJalan Tanjung Duren Raya No.364B, Tanjung Duren, Jakarta Barat
No Telp0812 8085 5110
Jam OperasionalSetiap Hari, 10.00 - 21.00
Estimasi HargaRp 30.000 - Rp 130.000
Tipe KulinerWestern, Asian, Japanese, Indonesia, Fushion
Fasilitas
  • Makan di Tempat
  • Bawa Pulang
  • Pesanan dalam Jumlah Banyak
  • Area Parkir
  • Toilet
  • WiFi

Perjuangan pemiliknya di Australia

Kisah Rice Bowl Ciptaan Mantan Chef dari AustraliaDi dinding Nasta ada cerita menyentuh dari pemiliknya yang berjuang di Australia. Foto: detikfood

Bertemu dengan Vito Quinnaldo Susanto selaku pemilik Nasta di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, detikfood mendengar banyak kisah perjalanan berliku yang dilaluinya sebelum memiliki bisnis rice bowl. Vito berawal dari seorang pemuda yang ingin menjadi chef di restoran.

Dirinya bahkan terbang ke Australia untuk belajar Tata Boga dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya di sana. Sayangnya, setelah berhasil menempuh pendidikan ia dihadapkan dengan sulitnya mencari pekerjaan.

Penolakan seakan sudah menjadi makanan sehari-hari yang rasa pahitnya sudah biasa dihadapi. Hingga akhirnya Vito bekerja di sebuah restoran dan dituntut menjadi chef yang disiplin dan cekatan yang kemudian diakuinya berhasil menempa sosoknya menjadi pribadi yang seperti sekarang ini.

"Nasta ini menjual rice bowl yang terinspirasi dari pengalaman chefnya alias aku sendiri. Karena saya sendiri pernah bekerja dan belajar jadi chef di Australia tepatnya di Sydney selama 4,5 tahun. Mulai dari masakan Timur Tengah, Barat, Asia, semua itu saya kumpulkan di restoran ini," kata Vito kepada detikcom (24/8).

Kisah Vito bahkan ditulis di salah satu dinding di restorannya. Saat membaca utuh perjalanannya, kami mendapat gambaran perjuangan keras yang dilalui Vito untuk mengejar impiannya ini.

"Menjadi seorang chef tidak seindah tayangan media. Tak hanya memasak tetapi disiplin dan cekatan juga jadi hal utama. Layaknya sebilah pedang, ia ditempa menjadi pribadi yang dewasa. Berkat kegigihannya ia pun menjadi sosok yang dipercaya. Keluarga baru ia temukan, restoran pun jadi rumah kedua," tulis Vito pada salah satu dinding restorannya.

Buka restoran saat pandemi

Kisah Rice Bowl Ciptaan Mantan Chef dari AustraliaVito justru memilih memulai usahanya pada masa pandemi. Foto: detikfood

Setelah merasa mendapat banyak ilmu dari Australia, Vito akhirnya pulang ke tanah air pada tahun 2020 silam. Berbekal ilmu memasak yang dimilikinya ia mencoba peruntungan untuk membuka sebuah restoran di tengah suasana pandemi.

"Kebetulan aku tuh baru balik ke Jakarta tahun 2020 waktu pandemi lagi parah-parahnya. Nah waktu itu kan bingung mau ngapain, terus aku pikir kenapa gak buka restoran rice bowl aja? Karena kan masyarakat Indonesia paling suka makan nasi dan kita gabungkan dengan pengalaman aku sendiri," ungkap Vito.

Tujuan awalnya adalah untuk hadir menjadi sesuatu yang unik dan bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar ketika bosan di berada di rumah saat pandemi melanda. Menyajikan menu yang beragam dan setiap menu memiliki karakteristiknya sendiri Vito berharap membawa sesuatu yang berbeda.

"Ciri khas utama Nasta lebih ke pengalaman aku sendiri. Jadi setiap rice bowl itu rasanya beda-beda. Ada yang ala Jepang, ada yang ala Indonesia, ada yang ala timur Tengah dan ada juga yang fushion jadi Western," lanjut Vito.

Kisah rice bowl dengan rasa premium yang hadir di Nasta ada di halaman berikutnya.



Simak Video "Nasta Rice Bowl Sajikan Rasa Makanan dari Berbagai Belahan Dunia"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT