4 Fakta Ote-ote, Camilan Khas Porong yang Muncul di Film 'Sayap-sayap Patah'

ADVERTISEMENT

4 Fakta Ote-ote, Camilan Khas Porong yang Muncul di Film 'Sayap-sayap Patah'

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 26 Agu 2022 18:30 WIB
Ote-ote
Foto: iStock
Jakarta -

Camilan ote-ote viral usai muncul dalam film berjudul Sayap-sayap Patah. Ternyata makanan itu merupakan Asal tadi kuliner China. Ini sejarahnya.

Mungkin bagi orang Porong, Jawa Timur, sudah tak asing lagi dengan makanan bernama ote-ote. Namun, di luar itu pasti banyak yang belum tahu dan penasaran dengan makanan tersebut.

Apalagi belakangan ini ote-ote ramai diperbincangkan usai muncul di beberapa adegan film 'Sayap-sayap Patah yang diperankan oleh Ariel Tatum dan Nicholas Saputra.

Dalam film tersebut diceritakan bahwa Nani (Ariel Tatum) sedang mengandung dan ngidam makan ote-ote. Kemudian ia meminta sang suami, Aji (Nicholas Saputra) untuk membelikannya.

Lantas, apa itu ote-ote? Berikut fakta menarik tentang ote-ote:

1. Makanan khas Porong, Jawa Timur

Ote-oteOte-ote merupakan makanan khas Porong, Sidoardjo, Jawa Timur. Foto: iStock

Ote-ote merupakan makanan khas Porong, Sidoardjo, Jawa Timur. Atau masyarakat Indonesia secara umum mengenalnya sebagai bakwan sayur. Hanya saja, masyarakat Jawa Timur mengenalnya dengan sebutan ote-ote.

Tak ada perbedaan antara ote-ote dan bakwan. Bahan-bahan yang digunakan dan proses pembuatannya pun sama. Karena makanan ini memang adalah bakwan, hanya saja penyebutannya yang berbeda.

Tak hanya Jawa Timur saja yang punya sebutan berbeda. Di Jawa Barat bakwan lebih dikenal sebagai bala-bala. Di Pati, Jawa Tengah dikenal sebagai pia-pia dan di Malang disebut weci.

Baca Juga: Resep Bakwan Mie Instan yang Gurih Mantap, Buat Ngemil Sore

2. Diperkenalkan oleh Kwee Le Kin

Ote-ote Porong, SidoarjoOte-ote Porong, Sidoarjo Foto: Suparno

Ote-ote sudah lama dikenal oleh masyarakat Jawa Timur, khususnya daerah Surabaya dan Sidoarjo. Dikutip dari situs Local Guides Connect, ote-ote merupakan warisan dari nenek moyang.

Disebutkan bahwa dulu ada seseorang yang bernama Kwee Le Kin yang merupakan warga Cihna. Ia datang dari Fuzhou dan menetap di Porong, Jawa Timur.

"Mereka mencoba memanfaatkan sumber daya alam laut yang ada di sekitarnya dengan menggunakan resep asli dariFuzhou, jadilahote-ote Porong yang terkenal dan bertahan hingga kini," tulisFahmiAdimara di situsLGC.



Simak Video "Berburu Bakwan Udang di Rumah Makan Legendaris Gunung Sindur"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT