ADVERTISEMENT

Ngopi Yuk!

Keunikan Kopi Pu-erh dari Wilayah Penghasil Teh Yunnan China

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Sabtu, 13 Agu 2022 07:00 WIB
Keunikan Kopi Pu-erh dari Wilayah Penghasil Teh Yunnan China
Foto: Getty Images
Jakarta -

Teh pu-erh atau pu'er dari Yunnan, China dikenal luas, tapi bagaimana dengan kopi pu-erh? Di wilayah penghasil teh di China ini juga dipenuhi tanaman kopi Arabica yang menghasilkan kopi istimewa.

Pu-erh dikenal sebagai teh fermentasi asal provinsi Yunnan, China. Teh ini disukai pelaku hidup sehat karena menawarkan banyak manfaat, salah satunya mengatasi kolesterol.

Kepopuleran teh pu-erh begitu mendunia, tapi belum banyak yang tahu kalau di wilayah yang sama juga ada tanaman kopi Arabica. Kopi dari wilayah ini kemudian diolah dan diperkenalkan dengan keistimewaannya.

Salah satunya oleh Yang Wenbo yang tinggal di Oregon, Amerika Serikat. Meski hijrah ke luar negeri, ia tidak melupakan kampung halamannya yaitu provinsi Yunnan, China.

Keunikan Kopi Pu-erh dari Wilayah Penghasil Teh Yunnan ChinaYang Wenbo memperkenalkan keunikan kopi China di Amerika Serikat. Foto: Joe Yang via South China Morning Post

"Saya ingin memperkenalkan sesuatu dari kampung halaman agar orang-orang tahu dan mencobanya. Semua orang tahu kalau China adalah negara teh dan semua orang minum teh, tapi kami juga punya kopi," kata Wenbo seperti dikutip dari South China Morning Post (23/7).

Wilayah pegunungan di Yunnan, China memiliki iklim sedang yang dianggap ideal untuk pertumbuhan kopi Arabica. Negara ini sebenarnya sudah mengekspor kopi sejak pertengahan tahun 1990-an.

Pada 2019, kopi spesial dari Yunnan diekspor ke 55 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan banyak anggota Uni Eropa lain. Kemudian pada 2020-2021, China dikenal sebagai negara ke-9 terbesar di dunia yang memproduksi kopi Arabica.

Sebanyak 99% dari kopi Arabica yang dihasilkan itu berasal dari Pu'er. Jumlah produksinya mencapai 1,8 juta untuk kemasan seberat 60 kg.
Tahun ini jumlahnya bahkan diprediksi capai 2 juta.

Keunikan Kopi Pu-erh dari Wilayah Penghasil Teh Yunnan ChinaPerlahan, kopi dari China sudah terdengar di pasar kopi internasional. Foto: Getty Images

Meski industri kopi China masih sayup-sayup terdengar di pasar internasional, nyatanya sejarah kopi di sini juga sudah lama. Usianya lebih dari 1 abad!

Kopi Arabica di Yunnan konon diperkenalkan misionaris Prancis, Alfred LiƩtard pada abad ke-19. Produksi massal baru dimulai setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949.

Seiring waktu, kopi China banyak diekspor namun sebagian besar dijadikan campuran (blend) bersama kopi lain saja. Sangat jarang kopi China dijajakan dalam bentuk single-origin.

Kalaupun ada, hanya oleh perusahaan atau roaster kopi skala kecil saja yang melakukannya. Salah satu yang membawanya, Super Joy Coffee di Portland, Amerika Serikat milik Yang Wenbo.

Keunikan Kopi Pu-erh dari Wilayah Penghasil Teh Yunnan ChinaSalah satu olahan kopi pu-erh di Super Joy. Foto: Joe Yang via South China Morning Post

Finalis kompetisi US Coffee Championships tahun 2020 ini mengakui semakin banyak pencinta kopi yang tertarik dengan kopi pu-erh. Mereka menyukai rasa dan 'body' kopi yang unik.

Yang hanya mengolah biji kopi alami dari provinsi Yunnan yang dikeringkan dengan sinar matahari, dicuci, dan diproses tanpa bantuan mesin. Semua ini ia lakukan untuk mendapat aroma dan jejak rasa kopi yang istimewa.

Keunikan Kopi Pu-erh dari Wilayah Penghasil Teh Yunnan ChinaCasey LaLonde, pemilik Girls Who Grind Coffee turut memperkenalkan kopi China di Inggris. Foto: Getty Images/Joe Yang via South China Morning Post

Selain Super Joy Coffee, Girls Who Grind Coffee di Inggris juga menyajikan kopi asal China. Pemiliknya, Casey LaLonde telah menjual lebih dari 300 kg kopi dari perkebunan Xingang, Menglian, dan Yunnan.

LaLonde bilang kopi asal China ini punya jejak aroma unik mirip selai stroberi dan permen karet semangka. "Kami masih memiliki orang-orang yang mendatangi kami di acara-acara dan bilang kalau kopi Yunnan adalah favorit mereka sepanjang masa," katanya.

Ia mengatakan kalau pelanggan tertarik dengan kopi dari China bukan karena kopi ini masih baru dikenal, melainkan karena reputasi kualitasnya yang luar biasa. "Orang-orang di industri kopi menyadari kualitas kopi Yunnan dna kami melihat semakin banyak yang tertarik," tutup LaLonde.



Simak Video "Bikin Laper: Malatang Hotpot yang Nikmat dan Menghangatkan"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT