Restoran Sushi Dikritik Netizen karena Iklannya Rasis

ADVERTISEMENT

Restoran Sushi Dikritik Netizen karena Iklannya Rasis

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 02 Agu 2022 15:00 WIB
Iklan restoran sushi rasis
Foto: Twitter
Jakarta -

Sebuah restoran sushi mendapat kritik pedas dari netizen karena iklannya yang rasis. Dalam iklannya mereka menampilkan orang dengan selotip di mata agar terlihat sipit.

Promosi menjadi bagian penting dalam dunia bisnis. Promosi bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan membuat video iklan untuk menarik perhatian calon pelanggan.

Hal tersebut pun dilakukan oleh sebuah restoran sushi baru di Malaysia bernama Nippon Sushi. Restoran tersebut baju saja membuka restorannya di Semenanjung Malaysia, lapor World off Buzz (01/08).

Mereka lantas membuat video iklan untuk memperkenalkan restoran dan menunya. Dalam iklannya mereka bekerja sama dengan seorang influencer yang terkenal di Malaysia.

Baca Juga: Pakai Lem hingga Bedak, Ini 7 Trik Bikin Makanan di Iklan Menggiurkan

Iklan restoran sushi rasisDalam iklannya mereka bekerja sama dengan seorang influencer yang terkenal di Malaysia. Foto: Twitter

Influencer itu eksis dengan nama Ceobatu. Namun sayang, iklan yang dibuat mereka justru menuai kritik pedas dari netizen.

Bagaimana tidak, video iklan tersebut menampilkan orang yang tengah makan sushi. Mereka memakai selotip di bagian mata untuk membuat mata mereka terlihat sipit.

Bukan hanya itu, dalam salah satu adegan mereka terlihat berjuang dengan sumpit yang pada akhirnya sumpit itu dibuang dan ia memakan sushi menggunakan tangan langsung.

Video itu lantas menjadi viral dan mendapat berbagai komentar dari netizen. Ramai netizen yang menyebut bahwa video iklan itu rasis karena menunjukkan kurang rasa hormat pada makanan dan budaya Jepang.

Iklan restoran sushi rasisMereka memakai selotip di bagian mata untuk membuat mata mereka terlihat sipit. Foto: Twitter

Baca Juga: Kena Rasis di Luar Negeri, TikToker Indonesia Malah Mentraktir Mereka Makan

"Rasis dan ofensif tanpa akhir. Anda menjual makanan Jepang tetapi Anda ingin mendukung influencer bodoh seperti itu dengan konten bodoh," tulis netizen.

"Penggunaan bahasa Jepang salah dan main-main. Mengapa dia mengatakan merek acak," tulis netizen lainnya.

Video itu bahkan mendapat tanggapan dari pengulas makanan terkenal, Ceddy. Ia mengatakan bahwa tak seharusnya iklan dibuat dengan gimmick yang murahan.

"Anda menjual makanan Jepang jadi tolong sedikit menghormati budaya mereka, apakah ada kebutuhan untuk membuat mata sipit di dalam video?," tulisnya.

Baca Juga: Lagi Asyik Makan Bubur Ayam, Artis Michelle Wanda Alami Rasisme



Simak Video "Seru Banget! Racik Sushi Sendiri dengan 100 Pilihan Isian"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT